Bantu Pulihkan Pasien Jantung dari Trauma Emosional

Bantu Pulihkan Pasien Jantung dari Trauma Emosional

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5792" align="alignleft" width="300"] Foto: hellosehat.com[/caption] Pasca menjalani perawatan, pasien serangan jantung bisa mengalami trauma emosional yang substansial. Akan tetapi, hal-hal yang baik atau kebaikan dapat membantu mereka menemukan jalan kembali ke kesejahteraan emosional. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Qualitative Research in Sport, Exercise and Health" menyebutkan bahwa cambukan emosional dapat berkisar dari fobia tentang bergerak seandainya detak jantung mereka meningkat, hingga kesulitan menerima identitas baru sebagai seseorang dengan kondisi kesehatan yang serius. Dilansir dari New Indian Express, penelitian ini menemukan trauma emosional setelah serangan jantung lebih sering terjadi pada pria yang melihat diri mereka sebagai pria yang alfa usai menjadi pasien jantung, melihat diri mereka sebagai orang yang lemah. Penelitian oleh Samantha Meredith, seorang mahasiswa PhD, University of Portsmouth di Inggris, menemukan rehabilitasi jantung memainkan peran besar dalam membantu…
Read More
Mengenal Separation Anxiety Pada Anak-anak

Mengenal Separation Anxiety Pada Anak-anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5788" align="alignleft" width="300"] Foto: womantalk.com[/caption] Kecemasan akan perpisahan atau istilah kerennya separation anxiety kerap dialami oleh bayi dan balita ketika orangtua mereka tidak berada di dekatnya. Pada usia ini hal itu disebut sebagai hal yang lumrah. Judy Ho, psikologis klinis dan forensik dari California, seperti dilansir dari Medical Daily, “Antara usia enam bulan hingga tiga tahun, beberapa rasa tak nyaman ketika kamu terpisah dari orang yang dicintai merupakan sesuatu yang alami. Hal ini juga menunjukkan emosi yang bagus dan keterkaitan sosial dari anak terhadap orang yang mengasuh mereka serta figur orang dewasa”. Pada beberapa anak, kecemasan ini tidak tampak berkurang bahkan ketika mereka semakin dewasa. Perpisahan pada periode singkat ini tak dapat dicegah dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari serta kadar emosi menandai bahwa anak itu menderita kecemasan akan perpisahan. Seringnya,…
Read More
Simak Gejala Awal Kanker Usus

Simak Gejala Awal Kanker Usus

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5782" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Kanker usus telah menjadi salah satu penyebab kematian di Indonesia. Diperkirakan 12,8 per 100.000 usia dewasa dengan tingkat kematian 9,5% dari seluruh kasus kanker, posisi ketiga untuk jenis kanker pada laki-laki dan posisi kedua pada perempuan. Dr Eko Priatno SpB-KBD dari Bethsaida Hospital menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila dicurigai kanker usus besar. “Gejala yang patut dicurigai misalnya BAB berdarah, perubahan pola BAB seperti diare berkepanjangan atau tidak teratur, sensasi tidak puas setelahnya, nyeri perut/kembung disertai mual dan muntah, serta berat badan turun tanpa sebab jelas,” ujar dr Eko. Sayangnya, penderita sering datang berobat ketika sudah stadium lanjut, di mana sudah terjadi sumbatan usus dengan keluhan perut buncit, kembung, tidak bisa BAB/kentut, muntah, berat badan menurun, dan perut terasa nyeri. Tingginya angka kematian…
Read More
Cegah Anak Terkena Anemia Dengan Gizi Seimbang

Cegah Anak Terkena Anemia Dengan Gizi Seimbang

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5778" align="alignleft" width="275"] Foto: hellosehat.com[/caption] Permasalahan anemia yang diderita oleh para remaja ini disebabkan oleh asupan gizi yang kurang baik. Kebanyakan dari mereka kekurangan zat gizi mikro seperti mineral dan vitamin. Hal ini dikatakan Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor Rimbawan. Akibatnya mereka jadi mudah lelah, menurunkan konsentrasi belajar sehingga prestasi belajar menjadi rendah dan dapat menurunkan produktivitas, selain itu anemia juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi. Saat memasuki usia sekolah, anak-anak perlu diberi asupan nutrisi lebih. Karena di usia itu mereka sedang aktif melakukan kegiatan sekolah dan juga sedang masuk masa pertumbuhan. “Anemia yang terjadi pada remaja putri juga meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada fungsi fisik dan mental, serta dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada saat kehamilan,” ujarnya. Selain di rumah, perbaikan gizi…
Read More
Waspada Kelebihan GGL, Berikut Takaran Tepatnya

Waspada Kelebihan GGL, Berikut Takaran Tepatnya

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5780" align="alignleft" width="281"] Foto: media.iyaa.com[/caption] Kebanyakan orang Indonesia menyukai makanan dan minuman yang bercitra rasa manis. Kebiasaan tersebut tanpa disadari melampaui batas harian asupan gula, garam, dan lemak atau GGL dalam tubuh. Salah satu dampak konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan bisa memicu stroke, diabetes, dan jantung. Menurut data WHO, sebanyak 70 persen penduduk dunia meninggal karena stroke, jantung, dan diabetes. Ketiganya adalah jenis penyakit metabolisme yang ditimbulkan dari beragam asupan yang berlebihan. Sebab itu, pengendalian asupan harian gula, garam, dan lemak turut berperan dalam menjaga kesehatan. Batas asupan harian untuk gula, yaitu 50 gram atau 4 sendok makan. Gula di sini termasuk gula alami dalam buah dan susu. Kenyataannya, orang kerap melampaui batas tersebut. Contohnya, ketika meminum es cendol setara dengan menyantap 1,5 sendok makan gula. Es…
Read More
Waspadai Ponsel Pintar Berefek Buruk untuk Balita

Waspadai Ponsel Pintar Berefek Buruk untuk Balita

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5776" align="alignleft" width="300"] Foto: jurnalweb.com[/caption] Menghabiskan banyak waktu memainkan smartphone atau ponsel pintar telah terungkap bisa berikan efek buruk. Bahkan efek tidak baik ini bisa berdampak pada usia dini menurut studi baru. Setelah hanya satu jam untuk main di depan layar, anak-anak dan remaja mungkin mendapatkan efek yang tidak baik. Sebuah penelitian AS yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine Reports menyatakan, efek itu akan menimbulkan lebih sedikit rasa ingin tahu, mengatur diri yang lebih rendah, dan stabilitas emosi yang lebih rendah, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Para peneliti menemukan, mereka yang berusia 14 hingga 17 tahun lebih berisiko terhadap efek buruk semacam itu. Namun, mereka pun melihat korelasi pada anak-anak dan balita yang lebih kecil yang otaknya masih berkembang juga. Penelitian ini mencakup data tentang lebih dari 40 ribu…
Read More
Jangan Sepelekan Kesalahan Saat Berjalan Kaki

Jangan Sepelekan Kesalahan Saat Berjalan Kaki

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5759" align="alignleft" width="262"] Foto: nurulfitri.com[/caption] Jalan kaki menawarkan segudang manfaat yang baik buat kesehatan. Sayangnya, banyak orang yang secara tak sadar melakukan kesalahan saat berjalan kaki. Akibatnya, manfaat yang ditawarkan dari aktivitas satu ini jadi tak optimal. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat berjalan kaki? Langkah kaki telalu lebar Kebanyakan orang yang jalan cepat pasti secara refleks akan melangkahkan kakinya lebar-lebar. Hal ini sebenarnya tidak tepat. Langkah kaki yang terlalu lebar justru dapat membuat gerakan terasa lebih berat dan lambat. Betis dan tulang kering juga cepat terasa nyeri. Lebih baik ambillah langkah yang lebih pendek, tapi dengan irama gerakan yang lebih cepat. Minum terlalu sedikit Sama seperti ketika melakukan olahraga lainnya, pastikan memenuhi asupan cairan yang cukup sebelum, selama, dan setelah jalan kaki. Bawa botol minum saat berjalan kaki…
Read More
Ini 6 Jenis Kanker Anak yang Paling Sering Mengintai

Ini 6 Jenis Kanker Anak yang Paling Sering Mengintai

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5755" align="alignleft" width="300"] Foto: independensi.com[/caption] Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak terkendali, lalu bertumbuh dan bertambah, serta immortal atau tidak dapat mati. Sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar dan dapat membentuk anak sebar. Di antara sekian banyak jenis kanker, ada kanker yang kerap menyerang anak-anak. Kanker anak adalah kanker yang menyerang anak berusia di bawah 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Menurut Dokter Mururul Aisyi Sp.A(K) pakar kanker anak dari RS Kanker Dharmais, terdapat enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Kanker tersebut adalah leukemia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring. Leukemia merupakan kanker tertinggi pada anak (2,8 per 100 ribu), dilanjutkan oleh retinoblastoma (2,4 per 100 ribu), osteosarkoma (0,97 per 100 ribu), limfoma maligna (0,75 per 100 ribu),…
Read More
Ginjal Sehat Tanpa Minum Obat

Ginjal Sehat Tanpa Minum Obat

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5757" align="alignleft" width="275"] Foto: hellosehat.com[/caption] Organ ginjal berperan penting dalam menyaring zat-zat racun dalam tubuh. Itulah kenapa kita perlu benar-benar menjaga organ yang satu ini supaya tubuh tidak keracunan. Tidak melulu harus minum obat atau vitamin, masih ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat. Penuhi kebutuhan cairan Sering disepelekan, minum air putih ternyata penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Ini karena air putih dapat membantu membilas zat-zat racun yang tertampung di dalam ginjal. Meski begitu, James Simon, MD, selaku ahli saraf dari Cleveland Clinic, mewanti-wanti supaya jangan sampai kita minum air putih kebanyakan. Cukup minum 8 gelas air putih setiap hari supaya fungsi ginjal tetap optimal. Jaga pola makan Sebagian besar masalah ginjal ternyata berawal dari tekanan darah tinggi dan diabetes. Maka itu, pastikan tekanan…
Read More
Ayo, Cegah Kanker Anak dengan Cerdik

Ayo, Cegah Kanker Anak dengan Cerdik

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5753" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Angka kejadian kanker anak (0 sampai 17 tahun) tahun 2005 – 2007, menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) sebesar 9 per 100 ribu anak. Artinya di antara 100 ribu anak terdapat 9 anak yang menderita kanker. Pada anak usia 0 sampai 5 tahun angka kejadiannya lebih tinggi yaitu 18 per 100 ribu anak, sedangkan pada usia 5 sampai 14 tahun 10 per 100 ribu anak. Jumlah kanker anak sekitar 3 persen sampai 5 persen dari keseluruhan penyakit kanker, namun menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5 sampai 14 tahun. Setiap tahun lebih dari 175 ribu anak di dunia didiagnosis kanker, dan diestimasi 90 ribu di antaranya meninggal dunia. Angka kematian akibat kanker anak mencapai 50 sampai 60 persen karena…
Read More