Masuk Setengah Abad, Saatnya Turunkan Berat Badan

Masuk Setengah Abad, Saatnya Turunkan Berat Badan

Artikel Umum
Masuk Setengah Abad, Saatnya Turunkan Berat Badan Menurunkan berat badan setelah menginjak usia 50 tahun bisa terasa seperti perjuangan berat. Dengan pola pikir yang tepat dan rencana yang berkelanjutan, sangat mungkin untuk mencapai tubuh ideal dan tetap bugar hingga usia 50-an dan seterusnya. Ditulis laman Hindustan Times, ahli gizi dan pendidik diabetes bersertifikat Dr. Archana Batra, mengatakan manajemen berat badan di usia ini menjadi sulit karena ada perubahan pada massa otot, keseimbangan hormon, dan metabolisme. Tantangan yang dihadapi untuk menurunkan berat badan dan tetap sehat adalah karena perubahan hormon. Penumpukan lemak dan hilangnya otot dapat menyebabkan berkurangnya kadar testosteron pada pria dan estrogen pada wanita. Metabolisme yang lambat membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori saat istirahat, yang menurunkan laju metabolisme basal. Selain itu, hilangnya otot dan metabolisme rendah merupakan masalah…
Read More
Kanker Serviks dan Menopause Berkaitan Erat

Kanker Serviks dan Menopause Berkaitan Erat

Artikel Umum
Kanker Serviks dan Menopause Berkaitan Erat  Kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten akibat human papillomavirus (HPV), yang menyebabkan pembentukan sel abnormal di leher rahim. Dikutip dari The Hindustan Times, beberapa gejala umum kanker serviks meliputi perdarahan vagina, nyeri panggul, dan pembengkakan. Di sisi lain, menopause menandai akhir dari masa reproduksi seorang wanita dan sering kali disertai dengan ketidakseimbangan hormon serta perubahan fisik. Dokter Anjali Kumar, Direktur Obstetri dan Ginekologi di CK Birla Hospital, Gurugram, menjelaskan, meskipun menopause bukan penyebab langsung kanker serviks, kondisi yang menyertainya dapat menjadi faktor dalam perkembangan dan deteksi kanker serviks. “Memahami keterkaitan ini membantu meningkatkan kesadaran dan intervensi tepat waktu,” ungkapnya. Penurunan kadar estrogen selama menopause menyebabkan atrofi vagina dan penipisan epitel serviks. Akibat perubahan ini, leher rahim menjadi lebih…
Read More
Hindari Gangguan, Disarankan Cek Pendengaran 6 Bulan Sekali

Hindari Gangguan, Disarankan Cek Pendengaran 6 Bulan Sekali

Artikel Umum
Banyak lansia mengalami gangguan pendengaran. Tenyata, gangguan pendengaran pada orang lanjut usia (lansia) dapat mempercepat proses demensia. Menurut dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jenny Bashiruddin gangguan pendengaran dapat terjadi mulai sejak lahir hingga lanjut usia. Pada setiap tahapan usia, lanjutnya, gangguan itu dapat menurunkan kemampuan berkomunikasi seseorang. Pada usia lanjut, terjadi proses degenerasi sel, termasuk kemampuan pendengaran, sehingga mereka merasa kurang nyaman saat mendengar. Biasanya lansia karena sudah merasa pendengarannya tidak enak jadi malasa bersosialisasi, dan lebih memilih menyendiri. Padahal, kata Jenny, justru kurangnya komunikasi dan sosialisasi pada lansia akan mempercepat proses demensia, karena kurangnya stimulus atau rangsangan sehingga otak tidak bekerja. Karena, ujarnya, fungsi-fungsi seperti mendengar dan berbicara dapat mempengaruhi proses demensia. “Proses demensia itu…
Read More
Demensia Dipengaruhi Gaya Hidup Tak Sehat

Demensia Dipengaruhi Gaya Hidup Tak Sehat

Artikel Umum
Berbagai gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi rokok, vape, minuman serta begadang, dapat meningkatkan risiko demensia. Hal tersebut dikatakan Dokter Spesialis Neurologi RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Ratih Puspa. Demensia adalah sebuah keadaan dimana kemampuan kognitif seseorang terganggu yaitu kemampuan berpikir secara baik. Selain kemampuan kognitif, kata Ratih, terdapat gangguan pada neuropsikiatri penderitanya, dimana penderitanya menjadi sering marah-marah, berhalusinasi, atau berjalan-jalan di tengah malam untuk berkegiatan. Dia menjelaskan umumnya hal itu ditemukan pada penderita demensia berat. Menurutnya, demensia banyak ditemui pada orang lanjut usia. Karena pada masa itu terjadi proses degeneratif, di mana fungsi tubuh menurun. Namun, terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia, contohnya stroke berulang. Dia menjelaskan, di Indonesia jenis demensia yang banyak ditemui adalah demensia vaskular,…
Read More
Kenali Faktor Risiko Gejala Batu Empedu Dengan Istilah 4F

Kenali Faktor Risiko Gejala Batu Empedu Dengan Istilah 4F

Artikel, Artikel Umum
Gejala Batu empedu bisa terbentuk karena lemak yang bisa menyumbat saluran empedu. Perubahan gaya hidup juga tidak menutup kemungkinan risiko terjadinya batu kantung empedu ada pada usia di bawah 40 tahun, sehingga perlu penelitian terbaru terkait pola hidup dengan risiko batu empedu. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif konsultan RSCM dr. Arnetta Naomi Louise Lalisang, Sp.B Subsp.BD(K). Dia mengatakan faktor risiko batu kantung empedu bisa dikenali dengan istilah 4F (Female, Forty, Fertile, Fat), yang disebut banyak menyerang wanita. “Perempuan kan ada estrogen, ada hormon-hormon, dan itu semua kan ada hubungannya juga dengan kolesterol, jadi pada akhirnya meningkatkan kemungkinan untuk kita terbentuk batu kantung empedu tersebut. Tapi laki-laki tidak menutup kemungkinan bisa juga,” kata Arnetta. Dia menjelaskan, terjadinya batu pada kantung empedu…
Read More
Bijak Memasuki Masa Menopause

Bijak Memasuki Masa Menopause

Artikel, Artikel Umum
Para kaum Hawa yang tengah memasuki masa menopause patut berhati-hati jika ingin menggunakan obat. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) baru-baru ini memberikan peringatan keras mengenai penggunaan obat menopause yang dikaitkan dengan cidera hati. Menopause menandai berakhirnya siklus menstruasi wanita, terjadi ketika seseorang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan. Fase transisi biasanya terjadi antara usia 45 dan 55 tahun, yang menandakan timbulnya berbagai gejala yang sering kali mengganggu tidur, suasana hati, dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. FDA memperingatkan bahwa Veozah (fezolinetant), obat yang digunakan untuk mengatasi gejala menopause, dapat menyebabkan cidera hati. Dalam keterangannya, FDA menyampaikan bahwa jika ada tanda dan gejala yang menunjukkan cedera hati maka menghentikan pengobatan dapat mencegah cidera hati memburuk dan berpotensi memulihkan fungsi hati. Veozah…
Read More
Disebabkan Bakteri, Endokarditis Patut Diwaspadai

Disebabkan Bakteri, Endokarditis Patut Diwaspadai

Artikel, Artikel Umum
Endokarditis adalah peradangan pada lapisan katup dan bilik jantung yang dapat berakibat fatal atau mengancam nyawa jika tidak segera ditangani dengan tepat. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi kuman (biasanya bakteri atau jamur) yang masuk ke dalam aliran darah. Lapisan ini disebut endokardium. Biasanya, peradangan pada lapisan endokardium ini diakibatkan oleh infeksi kuman (biasanya bakteri atau jamur) yang masuk ke dalam aliran darah dan menempel pada lapisan katup dan/atau bilik jantung. Endokarditis dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan (vegetasi) pada katup jantung. Vegetasi merupakan kumpulan kuman, fibrin, dan trombosit pada katup jantung yang terinfeksi. Vegetasi dapat pecah atau terlepas dan berpindah ke organ tubuh lainnya. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius, seperti stroke, emboli paru, gagal jantung, atau kerusakan organ. Lebih lanjut, kuman atau…
Read More
Hairy Cell Leukemia, Penyakit Langka Pada Sel Darah Putih

Hairy Cell Leukemia, Penyakit Langka Pada Sel Darah Putih

Artikel, Artikel Umum
  Hairy cell leukemia adalah jenis leukemia kronis langka yang berkembang secara perlahan dari salah satu jenis sel darah putih yang disebut limfosit B. Di bawah pemeriksaan mikroskop, limfosit B tampak tidak normal dan mengalami perubahan menjadi sel-sel yang nampak berbulu (hairy) pada permukaannya. Penyakit langka itu melibatkan sel-B (limfosit B), yaitu jenis sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi. Kondisi ini disebabkan karena sumsum tulang memproduksi sel-B yang tidak normal. Sel B yang tidak normal ini nampak berbulu pada permukaannya ketika dilihat di bawah pemeriksaan mikroskop sehingga disebut juga sebagai hairy cells. Limfosit B terdapat di dalam sumsum tulang, kelenjar getah bening, dan limpa. Ketika limfosit B yang normal berubah menjadi tidak normal, hal-hal yang dapat terjadi dapat berupa:  Sel-sel abnormal mengambil…
Read More
Waspadai Hernia Inguinal Pada Anak

Waspadai Hernia Inguinal Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
  Hernia inguinal merupakan kondisi yang umum terjadi pada anak-anak, terutama bayi laki-laki, sehingga memerlukan perhatian khusus dari orangtua. Hernia inguinalis lebih umum pada pria daripada wanita, dan bisa terjadi pada semua usia. Secara umum, bisa dijelaskan bahwa hernia inguinalis adalah kondisi medis yang terjadi ketika jaringan atau organ dalam tubuh menonjol melalui celah lemah pada otot perut. Hernia inguinalis biasanya terlihat seperti benjolan di area selangkangan atau pangkal paha. Penyakit ini termasuk yang sering timbul pada usia bayi dan anak serta menjalani pembedahan oleh dokter bedah anak. Umumnya, jenis hernia yang sering ditemukan pada bayi dan anak adalah hernia inguinalis (kondisi penonjolan organ, seperti usus dan jaringan yang ada di dalam perut ke area inguinal atau selangkangan). “Penyakit ini terjadi ketika organ dalam perut, seperti usus,…
Read More
Pernikahan Sehat Cegah Pasangan Bermasalah Mental

Pernikahan Sehat Cegah Pasangan Bermasalah Mental

Artikel, Artikel Umum
  Membangun pernikahan yang sehat penting untuk menjaga kestabilan kesehatan mental terutama pada pihak perempuan atau istri. Dalam hal ini, suami sebagai partner dalam pernikahan memiliki peran penting menjaga kestabilan rumah tangga. Hal tersebut dikatakan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Bagus Takwin M.Hum. “Suami itu paling penting jadi teman kerja sama yang baik, bukan jadi pemimpin yang mengarahkan saja tapi pemimpin yang kerja bersama,” kata Bagus. Ia menjelaskan, kerja sama antara suami dan istri dalam mengurus rumah tangga bisa membantu istri untuk menjaga kestabilan emosinya. Dia mengatakan menjadi partner bukan hanya dalam hal memimpin tapi juga bersama dalam mendidik anak dan menjadi pendukung pasangan masing-masing jika menghadapi masalah dengan kemampuan memahami. “Kalau makin besar anaknya bisa jadi partner juga untuk anaknya, secara…
Read More