Ada Harapan Cegah Kelemahan Penglihatan Pada Anak

Ada Harapan Cegah Kelemahan Penglihatan Pada Anak

Artikel Anak
[caption id="attachment_7243" align="alignleft" width="300"] Foto: fyidoctors.com[/caption] Ada Harapan Cegah Kelemahan Penglihatan Pada Anak - Peneliti gabungan dari University of California Irvine dan Louisiana University mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya kelemahan penglihatan (amblyopia) dini pada anak, yaitu neuron atau sel saraf yang tidak berfungsi secara tepat. Neuron sendiri adalah unit dasar otak dan sistem saraf yang bertanggung jawab untuk menerima input sensorik dari dunia luar. Kelainan pada neuron ini yang diidentifikasi sebagai penyebab amblyopia anak yang dapat mengakibatkan cacat permanen pada mata. Menurut Dr. Taruna Ikrar, Ph.D., ilmuwan asal Indonesia, temuannya yang dimuat dalam Jurnal Internasional Current Biology dengan judul “Layer 4 Gates Plasticity in Visual Cortex Independent of a Canonical Microcircuit” itu memberi harapan bagi kita untuk mencegah terjadinya amblyopia pada anak. “Sebagai mana diketahui, anak-anak yang menderita amblyopia dan…
Read More
Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7241" align="alignleft" width="300"] Foto: ibudanbalita.com[/caption] Tidak hanya persoalan stunting, di masa pandemi Covid-19, isu nutrisi di Indonesia perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan bahwa 27,67% atau dapat dikatakan tiga dari 10 anak mengalami stunting. Angka tersebut tentu masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni minimal 20%. Hal ini cukup mengkhawatirkan, mengingat akibat wabah Covid-19, anak-anak yang menderita kurang gizi di Indonesia berpotensi meningkat. Padahal, selain berperan bagi pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak, nutrisi harian dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka dan menentukan masa depan bangsa Indonesia. Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dr Ainia Herminiati…
Read More
Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Artikel, Artikel Anak
Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi [caption id="attachment_7207" align="alignleft" width="300"] Foto: suara.com[/caption] Di masa pandemi Covid-19 ini perlindungan terhadap kesehatan anak dari virus dan bakteri merupakan hal yang penting. Salah satunya adalah dengan pemberian makanan bergizi yang sebaiknya dimasak sendiri oleh orangtua. “Orangtua harus tetap memberikan nutrisi yang baik dengan belanja makanan yang mudah didapat, tetapi tetap bergizi serta dimasak sendiri,” tutur Soedjatmiko Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu. Selain itu, selalu memberikan kasih sayang dengan mendengarkan setiap obrolan anak, memberi contoh berbicara yang baik dan sopan ke anak, dan ciptakan rasa aman dan nyaman. Orangtua juga bisa mengajarkan perlindungan yang baik kepada anak sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku. “Melindungi anak dari berbagai virus/bakteri dengan memintanya untuk memakai masker, rajin cuci tangan,…
Read More
Cermati Kematangan Pribadi Anak

Cermati Kematangan Pribadi Anak

Artikel, Artikel Anak
Cermati Kematangan Pribadi Anak [caption id="attachment_7205" align="alignleft" width="300"] Foto: happyqq.site[/caption] Seiring pertumbuhan, anak bakal berkembang terus menjadi pribadi yang matang. Hal ini bisa membuat mereka yang sebelumnya sangat penurut mulai menjadi pilih-pilih dan mandiri. Bahkan tiba-tiba ia menolak pilihan sekolah yang orangtua ajukan dan memilih sekolah lain yang diinginkan. Nah, fase apakah ini? Kapankah orang tua bisa mulai melepas anak memilih sendiri? Dan hal apa yang bisa dilakukan oleh orangtua dengan pilihan tersebut? Menurut Penny Handayani, M.Psi., Psikolog Pendidikan, pada ilmu Psikologi hal tersebut dapat dibahas dengan konsep “kemandirian”. Ini bisa nampak bila kita lihat si kecil semakin hari sudah mulai semakin bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orangtua, mulai dari memilih baju sampai menentukan sekolah untuknya. Aspek kemandirian Anak dapat dikatakan memiliki kemandirian yang utuh jika seluruh aspek kemandirian…
Read More
Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Artikel, Artikel Anak
Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya [caption id="attachment_7203" align="alignleft" width="300"] Foto: duniasmartvidoran[/caption] Orangtua punya peran besar mengajarkan agar anak menjadi pemberani. Sebab, tidak semua anak-anak terlahir menjadi pemberani. Hal ini penting dilakukan tidak hanya mendorong keberanian pada anak, melainkan akan membangun harga diri, ketahanan, dan percaya diri. Keberanian yang dimiliki oleh anak barang kali bukan hal yang bisa didapat dengan mudah. Kadang perlu upaya dari orangtua untuk membangun rasa berani pada anak ini. Menurut Karina Istifarisny, S.Psi., M.Psi., psikolog, keberanian banyak kaitannya dengan kemampuan komunikasi, sosial emosi, dan kemampuan berpikir. “Keberanian anak dalam mengemukakan pendapat bisa kita pupuk dari kecil,” ujar Karina. Lalu bagaimana cara menumbuhkan keberanian si kecil? Berikut ulasannya.  Seringlah bertanya Tanyakan pendapatnya tentang apa saja. Selain melatih keberanian menjawab, juga melatih kemampuan berpikirnya. Misal: Dek, menurut kamu baiknya…
Read More
Bayi Kekurangan Zat Besi? Atasi Dengan 6 Makanan Ini

Bayi Kekurangan Zat Besi? Atasi Dengan 6 Makanan Ini

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6765" align="alignleft" width="300"] Foto: hipwee.com[/caption] Bayi yang kekurangan zat besi bisa berakibat menderita anemia. Dengan memberikan asupan makanan tertentu, bayi bisa terhindar dari kekurangan zat besi yang bisa menghambat pertumbuhannya ini. Zat besi adalah mineral yang bisa ditemukan pada berbagai jenis makanan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Bayi yang berusia 7—12 bulan membutuhkan sekitar 11 mg zat besi per harinya. Jumlah tersebut dapat dicukupi dari asupan makanannya sehari-hari. Zat besi dibutuhkan tubuh bayi untuk memproduksi hemoglobin. Bagian dari sel darah merah ini bertugas membawa dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, serta memberikan warna merah pada darah. Kurangnya kadar hemoglobin dalam darah bisa menyebabkan bayi mengalami anemia, gangguan pada sistem gerak, gangguan perilaku, dan gangguan belajar nantinya. Zat besi dibagi menjadi dua jenis, yakni heme dan nonheme. Zat besi…
Read More
Jaga Kesehatan, Rajin Sterilisasi Peralatan Bayi

Jaga Kesehatan, Rajin Sterilisasi Peralatan Bayi

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6762" align="alignleft" width="300"] Foto: grid.com[/caption] Melakukan sterilisasi bagi perangkat yang digunakan bayi sangatlah penting. Faktanya, peralatan makan atau minum yang tidak disteril bisa menyebabkan bayi terserang berbagai penyakit. Mulai dari infeksi jamur, diare, hingga hepatitis. “Khusus diare apabila terlambat ditangani bukan tak mungkin bisa sebabkan kematian," beber dr. Andina Chrisnawati Rahardjo SpA, Mkes. Sterilisasi merupakan cara untuk membunuh mikroorganisme (bakteri, jamur, virus, parasit). Sterilisasi bisa membunuh sampai tingkat spora atau lebih kecil dari bakteri. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peralatan makan dan minum bayi terkontaminasi. Misalnya air untuk mencuci yang tidak bersih, proses mencucinya sendiri yang tidak bersih misalnya di bagian sela-selanya tidak bersih, menunda waktu mencuci sehingga bakteri menjadi tumbuh, kemasan penyimpanan yang tidak bersih, serta adanya kontak langsung dari orang yang sakit. Daya tahan tubuh bayi…
Read More
Baik Untuk Pertumbuhan, Jangan Biarkan Anak Alergi Susu

Baik Untuk Pertumbuhan, Jangan Biarkan Anak Alergi Susu

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6745" align="alignleft" width="300"] Foto: mommyasia.id[/caption] Susu kaya akan kandungan kalsium tinggi dan baik untuk kesehatan anak-anak. Namun, baru-baru ini, sebuah studi mengenai pola pertumbuhan anak-anak menunjukkan bahwa anak-anak yang secara konsisten alergi terhadap susu sapi memiliki potensi tinggi dan berat badan kurang maksimal. Hasil dari studi longitudinal tersebut diyakini menjadi yang pertama untuk mengkarakterisasi pola pertumbuhan dari anak usia dini hingga remaja pada anak-anak dengan alergi makanan yang persisten. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Allergy and Clinical Immunology. Menurut Karen A Robbins, MD., penulis studi utama dan ahli alergi di Divisi Alergi dan Imunologi di Rumah Sakit Anak Nasional, Washington, Amerika Serikat, masih belum jelas bagaimana tren pertumbuhan ini pada akhirnya memengaruhi seberapa tinggi anak-anak ini dan berapa berat mereka sebagai orang dewasa. “Namun, temuan kami sejalan dengan…
Read More
Banyak Anak Terkena Penyakit Langka, Berikan Nutrisi Medis

Banyak Anak Terkena Penyakit Langka, Berikan Nutrisi Medis

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6742" align="alignleft" width="300"] Foto: Grid.id[/caption] Kebanyakan orangtua berlomba untuk memenuhi nutrisi terbaik di 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk mencegah stunting, atau kondisi gagal tumbuh akibat malnutrisi kronis. Namun, ada sekitar 350 juta orang dengan penyakit langka-dimana 30 persen diantaranya adalah anak-anak di bawah 5 (lima) tahun, yang bahkan berjuang memenuhi kebutuhan makanan untuk bertahan hidup. Tantangan dalam mendapatkan nutrisi dihadapi setiap hari oleh anak dengan penyakit langka, mulai dari sulitnya ketersediaan hingga mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Dalam momentum 100 tahun RSCM, Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia bersama dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Human Genetic Research Cluster IMERI FK Universitas Indonesia kembali mengedukasi mengenai kondisi anak dengan penyakit langka di Indonesia, nutrisi medis khusus yang dibutuhkan anak dengan penyakit langka, serta dukungan regulasi pemerintah yang dibutuhkan agar…
Read More
Berikut 3 Cara Kurangi Obesitas Pada Anak

Berikut 3 Cara Kurangi Obesitas Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6715" align="alignleft" width="300"] Foto: popmama.com[/caption] Sesuai penelitian yang dilakukan pada 2018 oleh Childhood Obesity, sebanyak 8,82 persen anak-anak di India mengalami obesitas. Ini masalah yang memprihatinkan karena dalam dua dekade terakhir, obesitas telah menyebabkan peningkatan dramatis dalam insiden diabetes tipe 2 pada anak-anak. Menurut penelitian, rutinitas anak memengaruhi lingkar pinggang mereka dan mengikuti jadwal selama tahun-tahun prasekolah berdampak pada kesehatan mereka hingga praremaja. Penelitian mengatakan bahwa mengajar anak-anak di awal kehidupan tentang bagaimana mengatur kesehatan fisik dan emosi mereka adalah kunci menuju kehidupan yang bahagia dan sehat di masa depan. Para peneliti mengamati 11.000 anak-anak dari U.K. Millennium Cohort Study, yang lahir antara 2001-2002. Mereka menemukan bahwa 41 persen anak-anak pada usia 3 tahun memiliki waktu tidur yang teratur, hampir setengah dari mereka memiliki waktu makan yang teratur dan…
Read More