Temukan Resep Jalani Hidup Sehat After Fourty

Temukan Resep Jalani Hidup Sehat After Fourty

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6363" align="alignleft" width="297"] Foto: wolflifechallenge.com[/caption] Tidak semua orang bisa menjalani hidup sehat saat memasuki usia 40 tahun. Apalagi bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu mengejar karier, dimana secara psikologis, terjebak dengan konsep hidup “Rat Race Cycle”, suatu konsep upaya pengejaran sesuatu tanpa henti, tetapi tidak mendapatkan hasil maksimal. Lalu, bagaimana mengatasi masalah tersebut? Seperti dilansir Financialku, ada beberapa tips sehat, bahkan membuat hidup menjadi lebih bahagia di usia 40an. Salah satunya mengubah gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi seimbang, seperti sayuran, ikan, dan buah-buahan. Gaya hidup Konsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi seimbang, seperti sayuran, ikan, dan buah-buahan. Tidak perlu yang organik, tapi jika Anda ingin yang lebih bisa membeli sayuran dan buah-buahan organik. Pemeriksaan kesehatan secara rutin ke rumah sakit atau laboratorium juga bisa dilakukan…
Read More
Jangan Gunakan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Anak

Jangan Gunakan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6360" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Beberapa waktu belakangan, salah satu hal yang tengah populer adalah penggunaan metode bernapas Buteyko yang diterapkan oleh penyanyi Andien Aisyah. Cara tidur dengan memplester mulut ini dianggap Andien bisa menimbulkan sejumlah manfaat kesehatan. Tak hanya pasa dirinya, cara ini juga diterapkan Andien pada anaknya. Lalu baikkah teknik ini diterapkan untuk anak-anak? Dokter anak, dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A mengatakan teknik pernapasan Buteyko merupakan suatu metode latihan mengatur napas yang ditemukan oleh seorang dokter Ukraina pada sekitar tahun 1950an. Dokter tersebut mengklaim bahwa metode ini dapat mengatasi gejala penyakit pernapasan, termasuk asma. Namun hingga saat ini belum cukup banyak penelitian yang dapat mendukung teori tersebut. Ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa teknik pernapasan ini dapat mengurangi frekuensi kebutuhan penggunaan obat saat terjadi serangan asma, namun…
Read More
Sering Duduk Nonton TV, Bisa Terkena Penyakit Jantung

Sering Duduk Nonton TV, Bisa Terkena Penyakit Jantung

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6355" align="alignleft" width="300"] Foto: techno.id[/caption] Terlalu sering duduk dan hanya menonton televisi di rumah jauh lebih mungkin meningkatkan risiko masalah jantung daripada waktu yang dihabiskan untuk duduk di tempat lain. Temuan ini berdasarkan studi dari Vagelos College of Physicians and Surgeons di Universitas Columbia di New York City. Peneliti menemukan bahwa ada perbedaan antara pekerjaan duduk (duduk di tempat kerja) dan waktu luang duduk (duduk di rumah, menonton televisi). Dilansir Medcalnewstoday, para peneliti bekerja secara khusus dengan sekelompok orang Afrika-Amerika dengan tujuan mengisi kekosongan dalam penelitian ini yang terutama berfokus pada orang kulit putih Eropa. Namun, mereka percaya bahwa terlepas dari kekhususan kelompok penelitian dan etnis, temuan ini dapat berlaku untuk semua orang. “Temuan kami menunjukkan bahwa bagaimana Anda menghabiskan waktu di luar pekerjaan mungkin lebih penting dalam hal…
Read More
Waspadai, Remaja Putri Rentan Terkena Anemia

Waspadai, Remaja Putri Rentan Terkena Anemia

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6350" align="alignleft" width="275"] Foto: merdeka.com[/caption] Anemia merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh remaja putri, khususnya yang sudah mengalami menstruasi. Terdapat sekitar 600 juta perempuan di dunia mengalami anemia, dan 23 persen remaja putri di Indonesia menghadapi masalah ini. “Bukan berarti remaja putra tidak bisa anemia, namun perempuan jauh lebih rentan karena selain mengalami fase pertumbuhan, mereka juga mengalami siklus menstruasi setiap bulan,” kata drg. Vitria Dewi. Remaja usia 13-18 tahun membutuhkan asupan zat besi sebanyak 26 miligram per hari. Jumlah ini sebenarnya dapat dipenuhi jika mengonsumsi asupan gizi seimbang. Namun remaja putri disarankan untuk meminum tablet tambah darah (TTD) untuk mengganti asupan zat besi yang hilang saat menstruasi. Anemia yang dibiarkan dapat menghambat remaja dalam berkonsentrasi di sekolah. Mereka juga sulit beraktivitas karena mengalami 5L (Lemah, Letih,…
Read More
Mau Tahu Beda Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2? Simak Penjelasan Berikut

Mau Tahu Beda Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2? Simak Penjelasan Berikut

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6336" align="alignleft" width="300"] Foto: medicalnewstoday.com[/caption] Diabetes merupakan suatu kondisi kronis yang terjadi ketika kadar glukosa darah terlalu tinggi. Baik diabetes tipe 1 dan tipe 2 dapat menyebabkan kadar gula darah naik lebih tinggi dari normal. Perawatan yang tepat, yang meliputi suntikan insulin dan pemantauan gula darah, serta perubahan gaya hidup dapat membantu mengelola gejala pada banyak pasien. Namun, pada beberapa kasus, komplikasi yang timbul dari kondisi ini bisa mematikan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diabetes adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Penyakit ini juga merupakan penyebab utama kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi ekstremitas bawah. Tindakan gaya hidup sederhana seperti makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, mempertahankan berat badan normal, dan menghindari penggunaan tembakau telah terbukti mencegah atau menunda timbulnya diabetes tipe 2. Dilansir…
Read More
Peran Besar Orangtua Agar Anak Tidak Pilih-pilih Makanan

Peran Besar Orangtua Agar Anak Tidak Pilih-pilih Makanan

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6330" align="alignleft" width="275"] Foto: beritagar.id[/caption] Salah satu hal yang jamak dijumpai pada anak-anak adalah kebiasaan mereka yang pilih-pilih makanan. Munculnya kebiasaan ini ternyata dipengaruhi oleh orang tua dari sang anak sendiri. Dokter spesialis gizi klinis, Diana F Suganda MKes menekankan kembali pentingnya peranan orangtua guna mencegah anak jadi sulit makan. Menurut Diana, ayah dan ibu punya peranan besar, supaya buah hati mau makan apa saja, termasuk makanan sehat. “Saya punya pasien yang bawa anaknya. Pasien ini mau anaknya makan yang benar. Yang saya tanya duluan orangtuanya, apakah mereka suka makan sayur dan buah, ternyata tidak," kata Diana di Jakarta, belum lama ini. Dia mengatakan, bila ingin anak makan sayur dan buah, orangtua harus terlebih dulu suka. Sebab, ketika orangtua sering memperlihatkan kepada anak bahwa suka makan sayur dan buah,…
Read More
Hati-hati, Terjadi Gangguan Fisik Akibat Oversleeping

Hati-hati, Terjadi Gangguan Fisik Akibat Oversleeping

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6333" align="alignleft" width="300"] Foto: webcam.com[/caption] Tidur terlalu banyak juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Tidur terlalu banyak atau yang secara ilmiah disebut hipersomnia merupakan gejala penyakit dan gangguan kesehatan tertentu. Jika Anda telah tidur lebih dari biasanya, atau lebih dari 7—8 jam dalam sehari, Anda harus memperhatikan gejala dari masalah berikut. Tidur berlebihan merupakan gejala gangguan kesehatan mental seperti depresi Dilansir dari Times Now News, tidur berlebihan atau hipersomnia merupakan gejala depresi, terutama di kalangan dewasa muda dan remaja. Rasa kantuk yang berlebihan adalah gejala depresi. Sekitar 40% orang dewasa muda di bawah usia 30 menunjukkan hipersomnia sebagai gejala depresi. Tidur berlebihan terkait dengan gangguan tidur Gangguan tidur tidak selalu menyulitkan orang untuk tidur, tetapi kadang-kadang menghambat kualitas tidur yang menyebabkan lebih banyak mengantuk dan tidur. Oversleeping atau hypersomnia…
Read More
Cermati Cara Edukasi Seks Bagi Anak

Cermati Cara Edukasi Seks Bagi Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6327" align="alignleft" width="275"] Foto: sayangianak.com[/caption] Salah satu tantangan bagi orangtua adalah memberi edukasi seks dan kesehatan reproduksi yang sangat penting bagi anak di masa kini. Hal ini biasa menjadi tantangan bagi orangtua dan kerap menimbulkan kebingungan. Edukasi seks dan kesehatan reproduksi yang tepat dari orangtua bisa sangat menentukan pemerolehan pengetahuan sang anak. Dengan pengetahuan yang tepat dari anak, maka mereka bisa lebih memahami perbedaan antara pria dan wanita secara tepat. Menurut Inez Kristanti, psikolog klinis dari Angsa Merah, ada beberapa tips mengenai tahapan edukasi seks yang sesuai dengan usia anak. Usia 1 hingga 2 Tahun Inez mengatakan, di usia satu sampai dua tahun, anak sudah mulai mengerti tentang bahasa dan kata-kata. Di tahap ini, edukasi seks bisa dimulai dengan mengajarkan tentang organ tubuh, termasuk organ seksual. “Kita juga perlu…
Read More
Diabetes Sering Serang Kaki, Ini Penyebabnya

Diabetes Sering Serang Kaki, Ini Penyebabnya

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6312" align="alignleft" width="300"] Foto: dailypost.ng[/caption] Penyakit diabetes biasanya menyebabkan masalah pada aliran darah seseorang. Pada umumnya, masalah ini bakal menyerang bagian kaki seseorang terlebih dahulu. Lantas mengapa biasanya hal ini tampak dari kaki terlebih dahulu? “Diabetes adalah penyakit dalam darah. Darah mengitar ke seluruh bagian tubuh kita. Otak, mata, semua bisa,” ungkap spesialis penyakit dalam, dr. Bhanu, SpPD di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dokter yang juga berpraktik di Rumah Sakit Bhakti Mulia, Jakarta, menyebutkan bahwa kaki memiliki gang yang paling kecil, memudahkan diabetes untuk menyerang. “(Diabetes) Menyebabkan darah bersifat kental. Yang tadinya darah bisa ke gang kecil, karena terlalu kental tidak bisa sampai. Kaki terletak jauh dari jantung dan gang-gangnya adalah yang paling kecil.” ucapnya. Dr. Bhanu juga mengatakan jika seseorang yang memiliki diabetes terluka sedikit, dapat menyebabkan korengan.…
Read More
Temukan Pengalaman di Alam Terbuka Sesuai Usia Anak

Temukan Pengalaman di Alam Terbuka Sesuai Usia Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6306" align="alignleft" width="300"] Foto: kesekolah.com[/caption] Meningkatkan pengalaman seorang anak dapat dilakukan dengan cara membiasakan mereka bereksplorasi di alam terbuka. Hal ini juga disebut dapat membantu pembentukan karakter anak serta menyiapkan si kecil untuk masa depan. Psikolog Anak & Keluarga Ajeng Raviando menyampaikan, ketika anak tampak menikmati mencoba suatu permainan, maka ia akan lebih berani mencoba permainan lain tanpa diminta oleh orangtua. Pada usia 1 tahun ke atas, anak dapat diajak untuk bermain di taman luar ruang; usia 2-3 tahun, anak dapat diajarkan berbagai kemampuan baru seperti naik sepeda, berenang, dan lainnya; pada usia 4-6 tahun, anak bisa diajak berjalan-jalan ke alam terbuka, seperti gunung dan pantai, papar Ajeng. Orangtua tidak perlu cemas, kekebalan tubuh yang baik dapat membawa si Kecil beradaptasi dengan stimulasi, khususnya di luar ruangan. Pada akhirnya,…
Read More