Makanan Pendamping ASI Tidak Boleh Berlebihan

Makanan Pendamping ASI Tidak Boleh Berlebihan

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5461" align="alignleft" width="300"] Foto: www.mybaby.co.id[/caption] Bagi bayi berusia 6 bulan ke atas ibu dapat membuat makanan pendamping ASI (MPASI) berisi sayuran. Hanya saja takarannya tidak boleh berlebihan. Ini juga sebagai bentuk memperkenalkan buah dan sayuran pada anak sedini mungkin. Menurut, Dokter spesialis anak yang juga Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau FKUI/RSCM, Damayanti Rusli Sjarif, sayur dan buah tidak bisa menjadi satu-satunya MPASI. “Sayur bisa ditambahkan pada MPASI tapi jangan banyak-banyak. Buah juga bisa diberikan sebagai snack," kata Damayanti Rusli Sjarif. Dia menjelaskan, ini karena sekarang muncul tren memberikan puree buah dan sayur kepada bayi. Padahal, menurut dia, makanan ini dapat meningkatkan risiko anak mengalami gagal tumbuh. Damayanti menambahkan, sayur dan buah mengandung serat yang cukup tinggi. Sebab itu, tidak…
Read More
Simak 4 Dampak Depresi Terhadap Otak

Simak 4 Dampak Depresi Terhadap Otak

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5464" align="alignleft" width="256"] Foto: www.hellosehat.com[/caption] Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang semakin umum dialami manusia modern. Gangguan ini dapat mempengaruhi seseorang secara psikologis, namun juga memiliki potensi untuk mempengaruhi struktur fisik di otak. Perubahan fisik ini biasanya berupa peradangan dan kurangnya asupan oksigen, hingga penyusutan otak. Singkatnya, depresi dapat memengaruhi pusat kendali sistem saraf Anda. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana depresi dapat memengaruhi otak dan cara-cara untuk menghindarinya, berikut ini kami bahas selengkapnya seperti dilansir Healthline: Penyusutan otak Riset terbaru menemukan bukti bahwa bagian tertentu dalam otak pasien depresi menunjukkan penyusutan. Pertanyaan yang sedang dicari jawabannya oleh para peneliti saat ini adalah bagian otak mana yang bisa menyusut akibat depresi dan sampai sejauh mana penyusutan bisa terjadi. Walaupun begitu, studi yang ada saat ini menunjukkan…
Read More
Penting Vaksin MR Untuk Cegah Cacat Lahir

Penting Vaksin MR Untuk Cegah Cacat Lahir

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5458" align="alignleft" width="300"] Foto: www.merahputih.com[/caption] Penggunaan vaksin measless dan rubella (MR) dapat mencegah kecacatan bayi yang dilahirkan. Vaksin MR sekaligus mencegah kerugian miliaran rupiah dalam belasan tahun ke depan. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis anak, dr Arifianto SpA. Dia mencontohkan kasus penyakit akibat virus rubella yang menimbulkan banyak kecatatan. “Yang paling sering adalah tuli saraf atau tuli kongenital pada bayi yang dilahirkan,” ujarnya. Untuk menunjang hidupnya, bayi tersebut harus memakai alat bantu dengar yang standar mulai dari harga kurang lebih Rp12 juta. Sementara untuk kasus ketulian yang lebih berat, anak itu harus menggunakan implan koklea yang berkisar pada harga sekitar Rp145 juta. Belum lagi, lanjut dia, ditambah berbagai kelainan yang dialami. Maka biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. “Jadi harganya sangat tinggi, belum kalau anak itu mengalami katarak kongenital…
Read More
Mengenal Dysania Istilah Susah Bangun dari Tempat Tidur

Mengenal Dysania Istilah Susah Bangun dari Tempat Tidur

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5438" align="alignleft" width="300"] Foto: davinadiaries.com[/caption] Apakah Anda pernah mengalami bangun tidur di pagi hari terasa sangat berat? Bukan karena letih atau malas, tetapi suasana hati sedang tidak mau dipaksa beranjak dari tempat tidur. Theriseandshine menyebut dysania, atau disebut juga clinomania, sebagai istilah untuk menggambarkan kondisi tersebut. Tidak dikenal secara resmi, tetapi banyak orang mengaku mengalaminya khususnya di pagi hari. Susah bangun pada kondisi ini berbeda dengan susah bangun karena lelah. Menurut orang-orang yang mengalaminya, susah bangun karena dysania bisa disertai dengan kegelisahan. Sedangkan menurut Mayo Clinic, terlalu banyak tidur dan selalu mengantuk sepanjang hari merupakan salah satu gejala depresi  atipikal atau atypical depression. Berbeda dengan depresi mayor, suasana hati pada depresi atipikal bisa membaik pada situasi yang positif. Gejala lain yang muncul pada depresi atipikal adalah peningkatan nafsu makan, disertai…
Read More
Atur Kadar Kolesterol Agar Terhindari Dari Risiko Stroke

Atur Kadar Kolesterol Agar Terhindari Dari Risiko Stroke

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5435" align="alignleft" width="300"] Foto: mediskus.com[/caption] Stroke yang disebabkan tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak menjadi penyakit mematikan yang mengintai masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan stroke menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur, yakni sebesar 21,1 persen. Pada umumnya, faktor penyebab stroke seperti usia dan genetik tidak bisa dihindari. Namun ada faktor risiko yang bisa dikendalikan karena berkaitan dengan gaya hidup. Salah satunya adalah kolesterol. Kolesterol yang tinggi akan membentuk plak di dalam pembuluh darah dan arteri. Plak tersebut bisa mempersempit pembuluh darah sehingga darah yang lewat akan makin sedikit. Bahkan bisa menyumbat sampai darah tak bisa mengalir. Maka waspadai kadar kolesterol dan rutin mengeceknya. Medical Advisor Kalbe Nutritionals, dr. Ervina Hasti W, mengungkapkan salah satu faktor penyebab…
Read More
Main di Alam Bebas Banyak Manfaat Bagi Pertumbuhan Anak

Main di Alam Bebas Banyak Manfaat Bagi Pertumbuhan Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5429" align="alignleft" width="300"] Foto: www.foodsehat.com[/caption] Anak-anak zaman now, rasanya semakin jauh dari alam bebas. Salah satu penyebabnya, maraknya gadget dan beragam permainan elektronik. Ini diperparah dengan meningkatnya ketakutan orangtua terhadap penyakit dan bahaya bermain di luar. Padahal, sepanjang sejarah manusia, anak-anak tumbuh dalam lingkungan alam bebas. Tubuh anak pun sebenarnya sudah dirancang untuk siap beradaptasi di alam bebas. Karena itulah saat ini banyak yang menawarkan terapi alam (ecotherapy) untuk anak-anak. Terapi alam juga dikenal dengan sebutan terapi lingkungan, terapi hijau, dan istilah lain yang serupa. Terapi ini telah terbukti mampu memperbaiki mood, mengurangi kecemasan, stres, dan depresi, serta meningkatkan kebugaran tubuh anak. Dalam terapi alam, anak didorong untuk menghabiskan waktu di taman, kebun, ruang hijau terbuka, pantai, pegunungan, dan lingkungan alami lainnya. Saat berada di alam bebas, anak juga…
Read More
Hindari Risiko Diabetes Lewat 5 Cara Berikut

Hindari Risiko Diabetes Lewat 5 Cara Berikut

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5412" align="alignleft" width="300"] Foto: klikdokter.com[/caption] Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2017 mengungkapkan jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10,3 juta jiwa. Sementara jumlah penduduk yang berisiko tinggi terkena diabetes diperkirakan mencapai hampir 28 juta. Hal ini membuat Indonesia berada di peringkat ke-6 negara dengan penderita diabetes terbanyak sedunia. Namun perlu diketahui, diabetes tipe 2 sebenarnya bisa dicegah. Dengan catatan, pencegahan tersebut dilakukan sejak dini. Dilansir dari American Diabetes Association, ada 5 cara yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes tipe 2. Pertama, menjaga berat badan tetap dalam rentang yang sehat. Faktanya, obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2. Seseorang dianjurkan menurunkan berat badan minimal 5% secara konsisten hingga mencapai rentang berat badan ideal (IMT 18,9 - 22,9). Caranya dengan membatasi asupan makan, memilih makanan bergizi,…
Read More
Masalah Kulit pada Anak, Atasi Segera

Masalah Kulit pada Anak, Atasi Segera

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5406" align="alignleft" width="275"] Foto: hellosehat.com[/caption] Banyak orangtua kesulitan mengatasi masalah kulit pada anak. Ini karena kulitnya yang sensitif. Pembawa acara sekaligus dokter, Reisa Broto Asmoro berbagi pengalamannya mengatasi masalah kulit pada anak. Reisa mengaku kedua anaknya memiliki masalah kulit yang berbeda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, anak keduanya, Yoda yang baru berusia 4 bulan megalami dermatitis atopik atau eksim. Dia pun berusaha memberikan perlindungan dengan cara memberikan perawatan kulit yang tepat. “Ania (anak pertama) waktu bayi ruam asi di wajah. Anak kedua, baby Yoda kemerahan, kering, gatal, mengelupas,” kata Reisa. “Begitu diperiksa dia atopik. Kita cari solusi apakah airmya atau apa. Setiap anak memiliki jenis kulit yang berbeda. Atopik tidak muncul terus. Naik turun. Bila daya tahan tubuh turun akan muncul ruamnya. Makanya pakai krim khusus untuk atopik,” tambah dia. Pada…
Read More
Ini Fakta Penting Kanker Usus

Ini Fakta Penting Kanker Usus

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5409" align="alignleft" width="300"] Foto: klikdokter.com[/caption] Kanker usus sendiri sebetulnya bukan penyakit asing yang banyak ditemukan di masyarakat berusia lebih dari 50 tahun. “Saat ini, kanker usus merupakan penyebab kematian utama pada wanita dan pria di seluruh dunia. Penyakit ini sebetulnya bisa dicegah dan diobati,” kata dokter ahli pencernaan Ari Fahrial Syam dari RS Cipto Mangunkusumo. Ari mengatakan, prognosis kanker usus makin baik bila semakin cepat ditemukan pada pasien. Kanker yang ditemukan pada stadium awal lebih mudah disembuhkan karena belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Peluang hidup hingga lima tahun pada pasien kanker stadium satu mencapai 92 persen, sedangkan pada stadium empat atau lanjut angkanya turun menjadi 12 persen. Kasus kanker usus memang lebih sering ditemukan pada lansia, namun penyakit ini sebetulnya bisa diidap masyarakat yang berusia lebih muda. Hal…
Read More
Simak Saran Ahli Mengenai Camilan Anak

Simak Saran Ahli Mengenai Camilan Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5403" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Kebanyakan anak pasti menyukai camilan.  Namun para orangtua  kerap merasa dilema karena terkadang camilan justru menimbulkan sejumlah masalah bagi anak mereka. Jangan khawatir, memakan camilan tidak selalu berakhir buruk. Ahli gizi dari Nutrition and Dietetics Department di KK Women's and Chlidren's Hospital, Jasly Koo mengatakan bahwa camilan bisa berdampak baik bagi anak asal diberikan secara tepat guna. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pemberian camilan kepada anak. Jenis Saat memberikan camilan untuk anak perhatikan jenis. Hindari makanan yang mengandung kandungan gula, garam dan lemak yang tinggi seperti soda, minuman dengan perisa buah, permen, atau keripik kentang. Hal ini karena makanan-makanan tersebut tinggi gula, garam atau lemak sedangkan nilai gizinya rendah. Pilihlah makanan ringan yang sarat gizi seperti buah-buahan, jus, seral, pai dan sebagainya. Porsi…
Read More