Diabetes Bisa Sebabkan Menstruasi Tak Teratur

Diabetes Bisa Sebabkan Menstruasi Tak Teratur

Artikel Umum
Terdapat tiga ciri menstruasi yang sehat dan harus diperhatikan oleh setiap wanita agar dapat segera melakukan konsultasi jika mengalami kondisi-kondisi yang tidak normal. Hal tersebut dikatakan dr. Boy Abidin, SpOG, Subsp. FER.,  dokter spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Padjajaran. "Saya sering temukan di lapangan karena dia enggak cukup sadar dengan siklus menstruasinya, saya tidak pernah catat, pokoknya bilang kayaknya di bulan ini menstruasinya, enggak ingat berapa hari, pokoknya suami saya puasa dulu. Tapi sebenarnya itu ada tiga parameternya," katanya. Pertama, dapat dilihat dari lamanya siklus berlangsung. Pada umumnya, siklus terjadi dalam rentang 21 sampai dengan 35 hari. Hari pertama menstruasi dihitung dari hari di mana darah keluar dalam jumlah yang banyak, bukan dalam bentuk bercak. “Yang keluar…
Read More
Kenali Irritable Bowel Syndrome!

Kenali Irritable Bowel Syndrome!

Artikel Umum
  Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan gangguan pencernaan yang sering kali dianggap sepele karena tidak menyebabkan kerusakan permanen pada usus namun dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. “IBS merupakan gangguan fungsional pada sistem pencernaan yang memengaruhi usus besar,” kata Dr dr I Ketut Mariadi, Sp.PD-KGEH, FACG, FINASM, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterohepatologi di RS Siloam Denpasar Bali. Menurutnya, kondisi itu menyebabkan perubahan pola buang air besar yang tidak teratur, disertai kram perut, kembung, diare, atau konstipasi. IBS bersifat kronis, sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Meskipun demikian, IBS tidak menyebabkan kerusakan struktural pada usus seperti penyakit radang usus (IBD) atau penyakit celiac. “IBS bukanlah penyakit yang mengancam nyawa, tetapi dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari jika tidak dikelola dengan baik. Oleh…
Read More
Saat Ini Terapi Kanker Lebih Nyaman

Saat Ini Terapi Kanker Lebih Nyaman

Artikel Umum
Dewasa ini, terapi pengobatan penyakit kanker kini minimal invasif dan bersifat personal. Hal tersebut disampaikan Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik FKUI dr. Ralph Girson Gunarsa, Sp.PD-KHOM. “Terapi kanker ini juga lebih personal dan minimal invasif. Misalnya metode subkutan (SC) yang memungkinkan pasien mendapatkan obat secara efisien dengan waktu yang lebih singkat dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan infus intravena,” ujarnya. Saat ini, lanjutnya, berkembang mitos mengenai kanker payudara, yakni berkaitan dengan biopsi yang dianggap memberikan efek samping hingga mempercepat penyebaran sel kanker. Hal tersebut dibantah oleh Dokter Spesialis Penyakit dalam sekaligus Konsultan Hematologi-Onkologi Medik dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM. “ Hal itu tidak benar,” tegasnya. Dia menjelaskan, tumor terdiri dari dua sifat yakni ganas (kanker) dan jinak, dan…
Read More
Benjolan Bukan Cermin Kanker Payudara Sudah Ganas

Benjolan Bukan Cermin Kanker Payudara Sudah Ganas

Artikel Umum
 Benjolan yang ada di payudara belum tentu tanda keganasan dari kanker payudara. Seperti ditegaskan oleh dokter Spesialis Penyakit dalam sekaligus Konsultan Hematologi-Onkologi Medik dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM. “Jadi tidak semua benjolan berarti keganasan (kanker) dan tidak semua keganasan harus berakhir awal dengan operasi lebih dahulu. Yang jelas perlu diedukasi adalah bahwa benjolan itu perlu dilakukan biopsi dulu, dari biopsi kita bisa tahu apakah kanker payudara atau bukan,” ujarnya. Lewat pemeriksaan yang tepat, menurutnya akan diketahui jenis kanker yang diderita sehingga dapat ditentukan pengobatan hormonal atau radiasi usai dilakukan operasi bila memang diperlukan. “Ataukah perlu dilakukan, dilanjutkan dengan kemoterapi atau perlu lanjutkan kemo dan radiasi atau terakhir perlu tambahan dengan hormonal. Jadi dengan pemeriksaan IHK tadi itu kita…
Read More
Lansia Alami Penurunan Nafsu Makan

Lansia Alami Penurunan Nafsu Makan

Artikel Umum
Banyak lanjut usia mengalami penurunan nafsu makan. Itu bisa jadi karena banyak faktor, mulai dari fungsi fisiologisnya sampai masalah gizi. Hal tersebut dikatakan ahli gizi dari dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) dr Mahar Mardjono, Jakarta, Sheila Octavia, S.Gz. “Lansia itu sudah mulai memasuki fase akhir kehidupan, jadi memang usianya dimulai sejak 60 tahun ke atas dan memang permasalahannya mulai beragam mulai dari fungsi fisiologisnya sampai masalah gizinya sudah mulai kompleks,” kata Sheila. Menurutnya, perlu dikaji lebih dalam alasan nafsu makan seorang lansia mengalami penurunan. Dalam berbagai kasus yang ia temukan, setiap individu memiliki situasi yang berbeda-beda. Penyebab pertama yang ia sebutkan adalah kondisi fisik lansia yang sudah tidak dapat lagi berfungsi secara maksimal. Pada bagian…
Read More
Penderita Hipertensi Berpotensi Terkena Demensia

Penderita Hipertensi Berpotensi Terkena Demensia

Artikel Umum
Hasil studi mengungkapkan bahwa hipertensi bisa memengaruhi risiko seseorang terkena demensia ketika usia tua. Dilansir dari jurnal Nature Medicine, studi yang melibatkan 34.000 orang dewasa berusia di atas 40 tahun dari berbagai desa di China menemukan hubungan antara hipertensi (tekanan darah tinggi) yang tidak diobati dengan demensia. Peserta dengan hipertensi yang tidak diobati ditemukan memiliki risiko 42 persen lebih tinggi seumur hidup mengalami demensia dibandingkan mereka yang tidak. Untuk mengetahui apakah intervensi dapat memberikan dampak, peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 17.000 pasien yang mendapat obat hipertensi dengan dukungan yang disesuaikan dengan masing-masing orang, seperti pelatihan memantau tekanan darah di rumah, kebiasaan hidup sehat dengan mengurangi asupan natrium dan alkohol, serta konsistensi menjalani perawatan. Sementara…
Read More
Langkah Tepat Merawat Kulit Cegah Pigmentasi

Langkah Tepat Merawat Kulit Cegah Pigmentasi

Artikel Umum
Pigmentasi atau hiper pigmentasi merupakan kondisi bercak-bercak kulit yang mulai menghitam. Ini terjadi ketika melanin, yang bertanggung jawab untuk memberi warna pada kulit, mulai diproduksi secara berlebihan menyebabkan warna kulit tidak merata, bintik hitam, atau hiperpigmentasi, akibat faktor-faktor seperti paparan sinar matahari langsung, perubahan hormon, bekas jerawat, dan bahkan penuaan. Ditulis laman Hindustan Times, Kamis (13/2), Dr. Anindita Sarkar, Chief Medical Officer, Clinically dan AAYNA Clinics berbagi rutinitas perawatan kulit yang bisa mencegah kerusakan dan membantu mengatasi noda yang ada. Fondasi kulit dengan pembersihan  Membersihkan kulit merupakan langkah pertama dan terpenting dalam rutinitas perawatan kulit apapun. Gunakan pembersih yang lembut namun efektif untuk menghilangkan kotoran, minyak berlebih, dan kotoran, serta menghindari penyumbatan pori-pori dan mencegah kulit kusam.…
Read More
Hati-hati, Epilepsi Katamenial Berpengaruh Pada Kehamilan

Hati-hati, Epilepsi Katamenial Berpengaruh Pada Kehamilan

Artikel Umum
Epilepsi katamenial merupakan suatu penyakit yang kerap dialami oleh para perempuan, bisa terjadi salah satunya pada masa kehamilan. Epilepsi berupa gangguan otak kronis yang dapat menyebabkan kejang. Kepala medis regional dan spesialis kesuburan Oasis Fertility, Dr. Parinaaz Parhar mengatakan kejang pada epilepsi katamenial dipengaruhi oleh fluktuasi hormonal dan perubahan dalam siklus menstruasi yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, dan menopause. “Fluktuasi kadar hormon, terutama dalam produksi estrogen dan progesteron, sepanjang siklus dapat memengaruhi frekuensi dan tingkat keparahan kejang,” kata Dr. Parinaaz, dilansir laporan Hindustan Times. Menurut Dr. Parinaaz Parhar, perempuan dengan epilepsi katamenial dapat memiliki kehamilan yang sehat, tetapi perlu pemantauan yang cermat, seperti berkonsultasi dengan dokter. “Kejang yang berhubungan dengan kehamilan dapat membahayakan perkembangan janin dan…
Read More
Bolehkah Lansia Berolahraga di Malam Hari?

Bolehkah Lansia Berolahraga di Malam Hari?

Artikel Umum
Bolehkah Lansia Berolahraga di Malam Hari? Banyak orang bertanya, apakah lanjut usia (lansia) aman melakukan olahraga di malam hari? “Bisa saja lansia berolahraga di malam hari, asalkan memperhatikan intensitas dan jeda olahraga, serta sesuaikan olahraga dengan hasil pengecekan riwayat kesehatan oleh dokter,” kata Perawat Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) Dr Ners Dikha Ayu Kurnia, M. Kep., Spesialis Keperawatan Medikal Bedah “Hindari olahraga dengan intensitas tinggi terlalu dekat dengan waktu tidur,” ujar Dikha. Sebab olahraga berat seperti ini dapat meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, sehingga dapat mengganggu kualitas tidur. Beri jeda waktu antara olahraga dan tidur. Idealnya, beri waktu setidaknya 1-2 jam setelah olahraga sebelum tidur. Kemudian jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum berolah raga di malam hari. Pilihlah jenis…
Read More
Cermati Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran Pada Anak

Cermati Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran Pada Anak

Artikel Umum
Gangguan pendengaran kerap terjadi pada anak. Ternyata, salah satu penyebabnya adalah otitis media efusi. Menurut dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok serta bedah kepala dan leher dr. Indah Trisnawaty, Sp.THT-KL, otitis media atau infeksi telinga tengah adalah peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Setelah infeksi hilang, lendir dan cairan yang muncul berpotensi menumpuk di telinga tengah. Kondisi yang disebut otitis media efusi ini bisa mengganggu fungsi pendengaran. “Amandel mulut dan belakang hidung atau yang kita sebut adenoid itu posisinya ada di antara saluran telinga dengan tenggorok. Jadi kalau itu tertutup, cairan yang dihasilkan di telinga tengah itu engak bisa keluar, jadi numpuk di situ,” katanya. “Ketika ada cairan di dalam ruangan itu, tentunya suara itu akan terhalang. Jadi…
Read More