Ternyata Ada Efek Samping Suplemen, Benarkah?

Ternyata Ada Efek Samping Suplemen, Benarkah?

Artikel Umum
Ternyata Ada Efek Samping Suplemen, Benarkah? Menjaga daya tahan tubuh, terlebih di masa pandemi ini menjadi pilihan tepat bagi tiap orang. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin. Namun, apakah suplemen bisa menimbulkan efek samping seperti obat pada umumnya? Menurut dr. Jarir At Thobari Ketua International Society of Pharmacovigilance (ISoP) Indonesia, suplemen bisa memiliki efek samping karena di dalamnya tetap ada zat kimia yang ditambahkan dalam proses pembuatan. “Tidak cuma vitamin yang dimasukan, ada unsur formulasi seperti ditambahkan bahan lain agar obat tidak kedaluwarsa dalam beberapa waktu,” jelasnya. Efek samping seperti sembelit, diare, nyeri lambung hingga reaksi alergi kerap dilaporkan orang yang mengonsumsi multivitamin. Namun, pencetus reaksi alergi itu bukan disebabkan oleh vitamin, namun bahan aktif lain yang ada di dalam vitamin tersebut. “Bila terjadi seperti…
Read More
Layanan Prima PT Kanapi Insan Sejahtera Bagi Penderita Alzheimer

Layanan Prima PT Kanapi Insan Sejahtera Bagi Penderita Alzheimer

Artikel Umum
Layanan Prima PT KIS Bagi Penderita Alzheimer PT Kanopi Insan Sejahtera (KIS) menyediakan layanan paripurna terhadap penderita alzheimer. Bekerja dengan Alzheimer Indonesia, PT KIS memberikan solusi guna mengatasi persoalan tersebut yakni: penyediaan care giver yang dibekali dengan training khusus Alzheimer. Dalam hal ini Kanopi Insan Sejahtera adalah perusahaan yang concern mendidik care giver sehingga memiliki kemampuan mumpuni dan terpercaya. Hal tersebut dikatakan Kikin Sugiarno Pimpinan PT KIS di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Dengan pendampingan care giver yang terpercaya, diyakini penderita Alzheimer akan mendapat kenyamanan dalam beraktivitas di keseharian. Di sisi lain, pihak keluarga tidak takut lagi tatkala harus meninggalkan di rumah, sebab akan selalu didampingi oleh care giver,” kata Kikin. Tidak itu saja, PT KIS juga melakukan private training kepada anggota…
Read More
Waspadai 10 Gejala Demensia Ini

Waspadai 10 Gejala Demensia Ini

Artikel Umum
Waspadai 10 Gejala Demensia Ini Demensia atau pikun bukan hanya bagian dari proses penunaan yang normal. Sebab, bila dibiarkan penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Menurut Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI), demensia merupakan gejala penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak. Sedangkan demensia Alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi emosi, daya ingat, dan pengambilan keputusan seseorang dan biasa disebut pikun. Orang dengan Alzheimer mengalami penurunan fungsi otak termasuk fungsi kognitif yang meliputi kemampuan daya ingat, berbahasa, fungsi visuospatial dan fungsi eksekutif menurun. Penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini hanya bisa diperlambat perkembangannya melalui obat-obatan, namun tidak bisa disembuhkan secara total. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan deteksi dini kepada spesialis saraf ketika menemukan gejala-gejala demensia Alzheimer. Berikut 10 gejala demensia Alzheimer, dikutip dari keterangan…
Read More
Coba Cek, Apakah Anda Mengalami “Parental Burnout”?

Coba Cek, Apakah Anda Mengalami “Parental Burnout”?

Artikel Umum
Coba Cek, Apakah Anda Mengalami “Parental Burnout’? Banyak orangtua mengalami kejenuhan ketika mengurus anak-anak. Kondisi demikian disebut parental burnout. Beberapa tanda parental burnout, menurut psikolog anak Saskhya Aulia Prima, antara lain: merasa lelah secara fisik dan mental, merasa berjarak dengan anak. Orang yang mengalami parental burnout pun merasa tak lagi pantas jadi orangtua dan terbebani. Mengasuh anak tak lagi menyenangkan dan memberi kebahagiaan. Bila menemui kondisi demikian, ada baiknya segera konsultasikan ke psikolog. Bila merasa stres akibat kelelahan berlebihan, baiknya ambil waktu untuk beristirahat sejenak dan cari waktu untuk diri demi melepas rasa penat.  Saskhya menyarankan, jika emosi sering terpantik saat mengasuh anak, coba tahan kemarahan dan ambil napas panjang untuk menenangkan diri. Cara ini berfungsi untuk “menipu” otak yang berpikir kemarahan sudah reda…
Read More
Sukses Menua di Masa Pandemi

Sukses Menua di Masa Pandemi

Artikel Umum
Sukses Menua di Masa Pandemi Menjalani proses menua yang sukses, tidak hanya berarti sehat jiwa dan raga, namun juga memiliki kemampuan aktivitas fisik, daya pikir dan hubungan interpersonal atau interaksi sosial yang baik, serta kehidupan yang produktif. Upaya menuju kondisi ini bisa dimulai sejak dini. Caranya, menerapkan gaya hidup sehat, konsumsi asupan gizi sehat seimbang dan latihan fisik rutin, menurut Purwita Wijaya Laksmi dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. Lalu, agar tetap sehat di usia lanjut, Purwita merumuskan BAHAGIA yang berarti Berat badan dijaga, Atur makanan seimbang, Hindari faktor risiko, Agar tetap berguna kembangkan hobi, Gerak badan teratur, Iman dan takwa ditingkatkan, serta Awasi kesehatan secara periodik. “Proses menua merupakan hal yang pasti yang terjadi secara alami.…
Read More
Ini Rahasia Lansia Tetap Bugar di New Normal

Ini Rahasia Lansia Tetap Bugar di New Normal

Artikel Umum
Ini Rahasia Lansia Tetap Bugar di New Normal Sudah menjadi rahasia umum, kelompok usia tua berisiko lebih tinggi terkena Covid-19. Ini lantaran menurunnya sistem kekebalan tubuh ditambah adanya riwayat memiliki berbagai penyakit kronik seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penurunan fungsi ginjal, dan penyakit paru obstruksi kronik yang meningkatkan risiko komplikasi penyakit. Berikut 10 hal yang perlu diperhatikan agar lansia tetap sehat di era pandemi ini yakni: Jaga jarak Upayakan sebisa mungkin menjaga jarak fisik dengan orang lain minimal satu meter. Hindari bersentuhan dengan orang lain termasuk bersalaman, serta jauhi orang sakit. Keluarga dan kerabat yang sedang sakit flu diharapkan tidak melakukan kontak dengan lansia karena dikhawatirkan akan menularkan virus yang sedang diidapnya. Anggota keluarga atau perawat yang harus mobilitas keluar rumah dan…
Read More
Ternyata, Aspirin Berisiko Bagi Lansia

Ternyata, Aspirin Berisiko Bagi Lansia

Artikel Umum
Ternyata, Aspirin Berisiko Bagi Lansia  Aspirin yang selama ini dikenal sebagai bentuk pencegahan penyakit secara medis, ternyata berisiko bila dikonsumsi para lanjut usia. Ini didasarkan penelitian yang dilakukan Monash University. Dalam data studi analisis ASPREE (ASPirin in Reducing Events in the Elderly) disebutkan bahwa mengonsumsi aspirin yang dilakukan lansia dengan usia 70 tahun ke atas dapat meningkatkan risiko pendarahan saluran pencernaan atau gastrointestinal bleeding (GI). Dr Suzanne Mahady dari Monash University yang memimpin tim riset internasional untuk penelitian ini mengatakan bahwa salah satu efek samping yang paling umum mengonsumsi aspirin adalah pendarahan. “Secara medis pun sangat berisiko tinggi untuk para lansia,” ujarnya. Dengan lebih dari 19.000 partisipan lansia dari Australia dan AS yang dikumpulkan selama hampir lima tahun, penelitian ini menunjukkan bahwa risiko pendarahan…
Read More
Rentan Terkena Pandemi, Penderita Demensia Harus Dilindungi

Rentan Terkena Pandemi, Penderita Demensia Harus Dilindungi

Artikel Umum
Rentan Terkena Pandemi, Penderita Demensia Harus Dilindungi  Sebuah penelitian yang dilakukan antara London School of Economics dan University College of London menyebutkan, sekitar 75% kematian pasien yang terpapar COVID-19 adalah orang dengan demensia sebagai penyakit penyerta. Tak dipungkiri, usia merupakan faktor terbesar terkait dengan demensia, dan golongan lansia memiliki risiko paling tinggi terhadap paparan Covid-19, dengan 86% kematian terjadi pada golongan usia 65 tahun ke atas. “Bukan hanya itu, kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini juga membuat banyak orang rentan akan kesepian, kecemasan, dan depresi, tak terkecuali ODD (Orang Dengan Demensia) dan caregivers,” beber Direktur Regional Alzheimer Asia Pasifik sekaligus Penggagas ALZI DY Suharya. Nyatanya, pandemik ini telah mempengaruhi kondisi fisik dan mental masyarakat. Perubahan-perubahan sikap diadopsi dalam situasi kebiasaan baru juga tampak…
Read More
Gangguan Kepribadian Ambang Membahayakan

Gangguan Kepribadian Ambang Membahayakan

Artikel Umum
Gangguan Kepribadian Ambang Membahayakan  Pada populasi umum terdapat 2% orang dengan gangguan kepribadian ambang (ODGKA). Sebanyak 10% ditemukan pada pasien rawat jalan dan 20% pada pasien rawat inap. Sekitar 70% ODGKA melakukan perilaku merusak diri sendiri, dan sebanyak 8%-10% meninggal akibat bunuh diri. Ini disampaikan dr. Sylvia Detri Elvira, SpKJ(K) pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM dalam peluncuran buku “Mengenal dan Menyikapi Gangguan Kepribadian Ambang”. “Gangguan Kepribadian Ambang (GKA) merupakan kondisi yang tidak banyak diketahui atau disadari oleh yang mengalaminya maupun lingkungan terdekatnya,” jelas Sylvia Detri. GKA adalah salah satu bentuk kepribadian yang ditandai dengan tidak stabilnya hubungan sosial (khususnya hubungan interpersonal), citra diri, adanya ketidakmampuan mengendalikan emosi, seringkali bersikap impulsif, dan kerap berperilaku merusak diri sendiri. GKA merupakan kondisi yang akhir-akhir ini sering…
Read More
Penggunaan Robotik Deteksi Kanker Prostat Lebih Akurat

Penggunaan Robotik Deteksi Kanker Prostat Lebih Akurat

Artikel Umum
Penggunaan Robotik Deteksi Kanker Prostat Lebih Akurat Data Global Burden of Cancer Study (GLOBOCAN) 2018 menyebutkan, kanker prostat menempati urutan ketiga (13,5%) dari 10 kanker terbanyak di seluruh dunia pada pria. Kanker prostat merupakan kanker nomor dua tersering pada pria setelah kanker paru-paru. Sementara itu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada 2013 diperkirakan terdapat sekitar 25.012 jiwa penderita kanker prostat di Indonesia (0,2%). Namun, sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal di Indonesia. Teknologi biopsi prostat robotik dapat meningkatkan keakuratan operasi dan meningkatkan angka deteksi diagnosa kanker prostat yang signifikan secara klinis. Teknologi ini memungkinkan tindakan pengambilan jaringan pada prostat (kelenjar pada pria) karena adanya indikasi kecurigaan keganasan. Spesalis Urologi RSUI dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U.,…
Read More