Jaga Asupan Gizi Lansia, Perlu Modifikasi Makanan

Jaga Asupan Gizi Lansia, Perlu Modifikasi Makanan

Artikel Umum
Jaga Asupan Gizi Lansia, Perlu Modifikasi Makanan Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut usia (lansia) merupakan kelompok rentan yang asupan gizinya perlu diperhatikan agar imunitas tubuhnya terjaga. “Ada sejumlah perubahan pada tubuh yang dialami oleh lansia jika dibandingkan ketika masih berusia muda. Asupan gizi lansia sangat bergantung pada lima hal yakni usia, jenis kelamin, berat dan tinggi badan, aktivitas fisik, dan penyakit penyerta,” ujar Anna Maurina Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUI. Menurutnya, untuk menjaga kondisi tubuh, maka para lansia harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, hingga vitamin dan mineral. Protein yang berfungsi sebagai zat pembangun dan sumber energi bisa didapat dari hewan maupun tumbuhan seperti ayam, ikan, telur tahu, dan tempe. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, selain dari nasi, juga bisa…
Read More
Ini Layanan Terkini Pasien Penyakit Jantung

Ini Layanan Terkini Pasien Penyakit Jantung

Artikel Umum
Ini Layanan Terkini Pasien Penyakit Jantung Hingga kini, penyakit jantung tetap menjadi penyebab nomor wahid kematian di dunia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sementara berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah makin meningkat tiap tahunnya. Setidaknya, 15 dari 1.000 orang atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.  Menurut dr. Dafsah Arifa Juzar, SpJP., Consultant Cardiologist Cardiovascular Intensivist & Interventional Cardiologist Brawijaya Hospital, jumlah pusat pelayanan, kelengkapan fasilitas dan langkanya dokter jantung di Indonesia, tidak sebanding dengan tingginya jumlah penderita jantung. Akibatnya, banyak penderita jantung yang tidak tertangani dengan secara optimal. Sudah menjadi rahasia umum, saat ini penderita jantung banyak berobat di luar…
Read More
Tertawa Bikin Usia Lebih Panjang

Tertawa Bikin Usia Lebih Panjang

Artikel Umum
Tertawa Bikin Usia Lebih Panjang Seseorang yang memiliki selera humor tinggi lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena jenis penyakit apa pun dibandingkan mereka yang memiliki selera humor yang buruk. Ini merupakan hasil studi yang dilakukan Universitas Sains dan Teknologi Norwegia selama 15 tahun untuk melihat faktor-faktor yang memungkinkan seseorang untuk hidup lebih lama. Mereka pun mendapati satu temuan luar biasa usai menganalisis data 53.556 peserta dalam Studi Kesehatan Nord-Trøndelag berbasis populasi di Norwegia. Seperti dilansir Daily Express, hubungan positif antara selera humor d n kelangsungan hidup hadir sampai usia 85 tahun. “Penemuan ini menunjukkan bahwa rasa humor adalah sumber daya penanggulangan kognitif yang melindungi kesehatan,” ungkap peneliti. Di sisi lain, penelitian ini menunjukkan bahwa tertawa adalah pintu gerbang menuju hidup yang lebih lama, dan…
Read More
Hasil Riset: “Kedelai Mampu Halau Keluhan Menopause”

Hasil Riset: “Kedelai Mampu Halau Keluhan Menopause”

Artikel Umum
Hasil Riset: “Kedelai Mampu Halau Keluhan Menopause” Rasa tidak nyaman kerap dialami para wanita jelang atau di saat menopause. Pengurangan kadar ekstrogen membuat seseorang seperti berkeringat, hot flashes, serta perubahan suasana hati. Sejumlah penelitian menyebutkan, wanita Asia terutama wanita Jepang lebih kecil kemungkinannya mengalami berbagai gejala menopause daripada wanita di negara Barat. Ternyata, ini diakibatkan sering mengonsumsi kedelai. Beberapa penelitian meta-analisis menunjukkan bahwa isoflavon (keluarga fitoestrogen) yang terdapat pada kedelai dapat mengurangi gejala menopause. Fitoestrogen sendiri ialah sekelompok senyawa alami yang berasal dari beragam makanan nabati, terutama kedelai. Menurut Dr. Rimbawan Pakar Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), asupan harian isoflavon sebanyak 135 miligram selama satu minggu (setara 6,8 gran kedelai/hari) dapat menurunkan gejala menopause. “Kandungan asam amino terbesar pada tempe adalah arginin. Arginin diketahui…
Read More
Cermati Tanda Awal Kanker Prostat

Cermati Tanda Awal Kanker Prostat

Artikel Umum
Cermati Tanda Awal Kanker Prostat  Pada umumnya, kanker prostat tidak menunjukkan gejala apa pun sampai kanker telah tumbuh cukup besar untuk memberi tekanan pada tabung yang membawa urine dari kandung kemih keluar dari penis. Jika hal ini terjadi, dapat mengganggu fungsi vital di area ini. Dimulai di prostat, kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani yang memberi makan dan mengangkut sperma. Menurut Prostate Cancer Foundation (PCF), satu tanda kanker prostat bisa muncul saat ejakulasi. Seperti yang dijelaskan, penurunan jumlah cairan yang diejakulasi dapat menandakan kanker prostat. Ejakulasi yang menyakitkan juga dapat mengindikasikan penyakit mematikan. Sementara gejala lain termasuk sering buang air kecil, terutama di malam hari, kadang-kadang mendesak, kesulitan memulai atau menahan buang air kecil, aliran urine yang lemah, menggiring, atau…
Read More
Ternyata Ada Efek Samping Suplemen, Benarkah?

Ternyata Ada Efek Samping Suplemen, Benarkah?

Artikel Umum
Ternyata Ada Efek Samping Suplemen, Benarkah? Menjaga daya tahan tubuh, terlebih di masa pandemi ini menjadi pilihan tepat bagi tiap orang. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin. Namun, apakah suplemen bisa menimbulkan efek samping seperti obat pada umumnya? Menurut dr. Jarir At Thobari Ketua International Society of Pharmacovigilance (ISoP) Indonesia, suplemen bisa memiliki efek samping karena di dalamnya tetap ada zat kimia yang ditambahkan dalam proses pembuatan. “Tidak cuma vitamin yang dimasukan, ada unsur formulasi seperti ditambahkan bahan lain agar obat tidak kedaluwarsa dalam beberapa waktu,” jelasnya. Efek samping seperti sembelit, diare, nyeri lambung hingga reaksi alergi kerap dilaporkan orang yang mengonsumsi multivitamin. Namun, pencetus reaksi alergi itu bukan disebabkan oleh vitamin, namun bahan aktif lain yang ada di dalam vitamin tersebut. “Bila terjadi seperti…
Read More
Layanan Prima PT Kanapi Insan Sejahtera Bagi Penderita Alzheimer

Layanan Prima PT Kanapi Insan Sejahtera Bagi Penderita Alzheimer

Artikel Umum
Layanan Prima PT KIS Bagi Penderita Alzheimer PT Kanopi Insan Sejahtera (KIS) menyediakan layanan paripurna terhadap penderita alzheimer. Bekerja dengan Alzheimer Indonesia, PT KIS memberikan solusi guna mengatasi persoalan tersebut yakni: penyediaan care giver yang dibekali dengan training khusus Alzheimer. Dalam hal ini Kanopi Insan Sejahtera adalah perusahaan yang concern mendidik care giver sehingga memiliki kemampuan mumpuni dan terpercaya. Hal tersebut dikatakan Kikin Sugiarno Pimpinan PT KIS di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Dengan pendampingan care giver yang terpercaya, diyakini penderita Alzheimer akan mendapat kenyamanan dalam beraktivitas di keseharian. Di sisi lain, pihak keluarga tidak takut lagi tatkala harus meninggalkan di rumah, sebab akan selalu didampingi oleh care giver,” kata Kikin. Tidak itu saja, PT KIS juga melakukan private training kepada anggota…
Read More
Waspadai 10 Gejala Demensia Ini

Waspadai 10 Gejala Demensia Ini

Artikel Umum
Waspadai 10 Gejala Demensia Ini Demensia atau pikun bukan hanya bagian dari proses penunaan yang normal. Sebab, bila dibiarkan penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Menurut Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI), demensia merupakan gejala penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak. Sedangkan demensia Alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi emosi, daya ingat, dan pengambilan keputusan seseorang dan biasa disebut pikun. Orang dengan Alzheimer mengalami penurunan fungsi otak termasuk fungsi kognitif yang meliputi kemampuan daya ingat, berbahasa, fungsi visuospatial dan fungsi eksekutif menurun. Penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini hanya bisa diperlambat perkembangannya melalui obat-obatan, namun tidak bisa disembuhkan secara total. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan deteksi dini kepada spesialis saraf ketika menemukan gejala-gejala demensia Alzheimer. Berikut 10 gejala demensia Alzheimer, dikutip dari keterangan…
Read More
Coba Cek, Apakah Anda Mengalami “Parental Burnout”?

Coba Cek, Apakah Anda Mengalami “Parental Burnout”?

Artikel Umum
Coba Cek, Apakah Anda Mengalami “Parental Burnout’? Banyak orangtua mengalami kejenuhan ketika mengurus anak-anak. Kondisi demikian disebut parental burnout. Beberapa tanda parental burnout, menurut psikolog anak Saskhya Aulia Prima, antara lain: merasa lelah secara fisik dan mental, merasa berjarak dengan anak. Orang yang mengalami parental burnout pun merasa tak lagi pantas jadi orangtua dan terbebani. Mengasuh anak tak lagi menyenangkan dan memberi kebahagiaan. Bila menemui kondisi demikian, ada baiknya segera konsultasikan ke psikolog. Bila merasa stres akibat kelelahan berlebihan, baiknya ambil waktu untuk beristirahat sejenak dan cari waktu untuk diri demi melepas rasa penat.  Saskhya menyarankan, jika emosi sering terpantik saat mengasuh anak, coba tahan kemarahan dan ambil napas panjang untuk menenangkan diri. Cara ini berfungsi untuk “menipu” otak yang berpikir kemarahan sudah reda…
Read More
Sukses Menua di Masa Pandemi

Sukses Menua di Masa Pandemi

Artikel Umum
Sukses Menua di Masa Pandemi Menjalani proses menua yang sukses, tidak hanya berarti sehat jiwa dan raga, namun juga memiliki kemampuan aktivitas fisik, daya pikir dan hubungan interpersonal atau interaksi sosial yang baik, serta kehidupan yang produktif. Upaya menuju kondisi ini bisa dimulai sejak dini. Caranya, menerapkan gaya hidup sehat, konsumsi asupan gizi sehat seimbang dan latihan fisik rutin, menurut Purwita Wijaya Laksmi dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. Lalu, agar tetap sehat di usia lanjut, Purwita merumuskan BAHAGIA yang berarti Berat badan dijaga, Atur makanan seimbang, Hindari faktor risiko, Agar tetap berguna kembangkan hobi, Gerak badan teratur, Iman dan takwa ditingkatkan, serta Awasi kesehatan secara periodik. “Proses menua merupakan hal yang pasti yang terjadi secara alami.…
Read More