Waspadai 10 Gejala Gagal Ginjal

Waspadai 10 Gejala Gagal Ginjal

Artikel Umum, Artikel
Penyakit ginjal merupakan gangguan fungsi pada organ ginjal yang terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan tidak sedikit. Penyakit ini tak hanya menyerang orang dewasa, melainkan dapat pula mengenai anak-anak. Berdasarkan informasi dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebenarnya penyakit gagal ginjal kronis dapat dicegah dengan melakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi, diabetes militus, dan obesitas sejak dini . Lalu, apa saja gejala gagal ginjal tersebut? Berikut ulasan dari informasi di situs resmi Kemenkes. Bengkak simetris pada kaki kanan dan kiri: Salah satu gejala yang dapat dilihat dan langsung terhubung dengan saluran kemih adalah membengkaknya kaki kanan dan kiri secara simetris. Hal tersebut disebabkan tidak dikeluarkannya urine dengan baik, yang berarti terdapat resistensi cairan di…
Read More
Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini

Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini

Artikel Umum, Artikel
Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk bersyukur, dimulai dari kebiasaan mengucap ‘terima kasih’ ketika mendapat sesuatu atau bantuan. Teman yang baik, keluarga, rumah, dan kebaikan orang lain adalah sebagian dari nikmat yang perlu kita syukuri setiap hari. Kini para ilmuwan menemukan bahwa rasa syukur bisa meningkatkan kesehatan mental dan fisik. “Perasaan bersyukur setiap hari seperti vitamin bagi tubuh,” kata profesor psikologi David Desteno, PhD, dari Universitas Boston, Amerika Serikat. Destono tidak hiperbolik. Penelitian membuktikan kaitan erat antara orang yang selalu bersyukur dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan kualitas tidur, dan masih banyak lagi. Penelitian selama 15 tahun yang dilakukan profesor psikologi Robert Emmons menunjukkan hal tersebut. Dalam satu penelitiannya, ia meminta sekelompok partisipan studi untuk menuliskan 5 hal yang mereka syukuri seminggu sekali selama 10…
Read More
Cegah Stunting Sebelum Lewat 2 Tahun Usia Bayi

Cegah Stunting Sebelum Lewat 2 Tahun Usia Bayi

Artikel Anak, Artikel
Stunting merupakan masalah kurangan gizi kronis yang umumnya terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun. Saat ini, sebanyak sekitar 37 persen balita di Indonesia mengalami stunting. Menurut Dokter Spesialis Anak yang juga Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, Damayanti Rusli Sjarif, stunting bisa dicegah setelah bayi lahir dengan melakukan berbagai perbaikan dalam pemenuhan gizi sebelum bayi berusia 2 tahun. “Terlambat jika mau mengatasi bayi stunting di usia lebih dari 2 tahun. Sebab saat itu masa perkembangan otak maksimal sudah berakhir,” kata Damayanti. Menurut dia, tanda-tanda malnutrisi tahap awal harus dideteksi untuk mencegah bayi stunting. Sebab itu, orang tua harus cermat jika terjadi penurunan berat badan yang drastis. “Berat badan bayi saat lahir sudah meramalkan kemampuan kognitif mereka,” kata…
Read More
Banyak Makan Buah dan Sayur Cegah Kanker Usus

Banyak Makan Buah dan Sayur Cegah Kanker Usus

Artikel Umum, Artikel
Ironis sekali, hampir 90 persen kasus kanker usus didiagnosis pada orang berusia di atas 60 tahun. Anda dapat menurunkan risiko kematian dini dengan makan sehat, seimbang, termasuk porsi buah dan sayuran dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, olahraga teratur juga penting untuk meningkatkan masa hidup. Seperti dilansir di laman Express.co.uk, setiap orang harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas setiap pekan. Membuat beberapa perubahan diet kecil juga dapat membantu meningkatkan harapan hidup Anda. Untuk itu, menghindari kematian dini dengan memakan yang sehat, seimbang dan melakukan olahraga teratur dapat menurunkan risiko gejala kanker usus. Penyakit mematikan ini merupakan salah satu kanker yang paling umum didiagnosis di Inggris. Sebagian besar kasus timbul dari pertumbuhan polip di usus. Sekitar 40 ribu kasus baru didiagnosis setiap tahun di Inggris.…
Read More
Makanan Pendamping ASI Tidak Boleh Berlebihan

Makanan Pendamping ASI Tidak Boleh Berlebihan

Artikel Anak, Artikel
Bagi bayi berusia 6 bulan ke atas ibu dapat membuat makanan pendamping ASI (MPASI) berisi sayuran. Hanya saja takarannya tidak boleh berlebihan. Ini juga sebagai bentuk memperkenalkan buah dan sayuran pada anak sedini mungkin. Menurut, Dokter spesialis anak yang juga Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau FKUI/RSCM, Damayanti Rusli Sjarif, sayur dan buah tidak bisa menjadi satu-satunya MPASI. “Sayur bisa ditambahkan pada MPASI tapi jangan banyak-banyak. Buah juga bisa diberikan sebagai snack," kata Damayanti Rusli Sjarif. Dia menjelaskan, ini karena sekarang muncul tren memberikan puree buah dan sayur kepada bayi. Padahal, menurut dia, makanan ini dapat meningkatkan risiko anak mengalami gagal tumbuh. Damayanti menambahkan, sayur dan buah mengandung serat yang cukup tinggi. Sebab itu, tidak…
Read More
Simak 4 Dampak Depresi Terhadap Otak

Simak 4 Dampak Depresi Terhadap Otak

Artikel Umum, Artikel
Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang semakin umum dialami manusia modern. Gangguan ini dapat mempengaruhi seseorang secara psikologis, namun juga memiliki potensi untuk mempengaruhi struktur fisik di otak. Perubahan fisik ini biasanya berupa peradangan dan kurangnya asupan oksigen, hingga penyusutan otak. Singkatnya, depresi dapat memengaruhi pusat kendali sistem saraf Anda. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana depresi dapat memengaruhi otak dan cara-cara untuk menghindarinya, berikut ini kami bahas selengkapnya seperti dilansir Healthline: Penyusutan otak Riset terbaru menemukan bukti bahwa bagian tertentu dalam otak pasien depresi menunjukkan penyusutan. Pertanyaan yang sedang dicari jawabannya oleh para peneliti saat ini adalah bagian otak mana yang bisa menyusut akibat depresi dan sampai sejauh mana penyusutan bisa terjadi. Walaupun begitu, studi yang ada saat ini menunjukkan…
Read More
Penting Vaksin MR Untuk Cegah Cacat Lahir

Penting Vaksin MR Untuk Cegah Cacat Lahir

Artikel Anak, Artikel
Penggunaan vaksin measless dan rubella (MR) dapat mencegah kecacatan bayi yang dilahirkan. Vaksin MR sekaligus mencegah kerugian miliaran rupiah dalam belasan tahun ke depan. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis anak, dr Arifianto SpA. Dia mencontohkan kasus penyakit akibat virus rubella yang menimbulkan banyak kecatatan. “Yang paling sering adalah tuli saraf atau tuli kongenital pada bayi yang dilahirkan,” ujarnya. Untuk menunjang hidupnya, bayi tersebut harus memakai alat bantu dengar yang standar mulai dari harga kurang lebih Rp12 juta. Sementara untuk kasus ketulian yang lebih berat, anak itu harus menggunakan implan koklea yang berkisar pada harga sekitar Rp145 juta. Belum lagi, lanjut dia, ditambah berbagai kelainan yang dialami. Maka biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. “Jadi harganya sangat tinggi, belum kalau anak itu mengalami katarak kongenital…
Read More
Mengenal Dysania Istilah Susah Bangun dari Tempat Tidur

Mengenal Dysania Istilah Susah Bangun dari Tempat Tidur

Artikel Umum, Artikel
Apakah Anda pernah mengalami bangun tidur di pagi hari terasa sangat berat? Bukan karena letih atau malas, tetapi suasana hati sedang tidak mau dipaksa beranjak dari tempat tidur. Theriseandshine menyebut dysania, atau disebut juga clinomania, sebagai istilah untuk menggambarkan kondisi tersebut. Tidak dikenal secara resmi, tetapi banyak orang mengaku mengalaminya khususnya di pagi hari. Susah bangun pada kondisi ini berbeda dengan susah bangun karena lelah. Menurut orang-orang yang mengalaminya, susah bangun karena dysania bisa disertai dengan kegelisahan. Sedangkan menurut Mayo Clinic, terlalu banyak tidur dan selalu mengantuk sepanjang hari merupakan salah satu gejala depresi  atipikal atau atypical depression. Berbeda dengan depresi mayor, suasana hati pada depresi atipikal bisa membaik pada situasi yang positif. Gejala lain yang muncul pada depresi atipikal adalah peningkatan nafsu makan, disertai…
Read More
Gigi Anak Goyang Haruskah ke Dokter

Gigi Anak Goyang Haruskah ke Dokter

Artikel Anak
Memasuki usia enam tahun, anak akan mengalami masa tanggalnya gigi. Berubah, dari gigi susu ke gigi tetap. Saat gigi anak goyang karena hendak tanggal, anak kerap merasa tidak nyaman. Membuat orang tua bimbang, apakah harus membawa anak ke dokter gigi atau sebaiknya menunggu saja sampai gigi susu tanggal dengan sendirinya. Menurut drg Rahmita Nuraini, SpKGA., dari klinik Medikids Bintaro, gigi anak mulai tanggal di usia sekitar enam tahun. “Tergantung tumbuh kembang setiap anak. Biasanya gigi yang pertama tumbuh adalah gigi geraham pertama yang diikuti dengan gigi susu yang tanggal pertama kali, yaitu gigi seri depan bawah,” kata drg Rahmita. Gigi susu harus copot untuk menyesuaikan dengan proses tumbuh kembang anak. Semakin seseorang bertumbuh besar, maka proses pengunyahannya juga semakin aktif. Sehingga gigi susu perlu…
Read More
Atur Kadar Kolesterol Agar Terhindari Dari Risiko Stroke

Atur Kadar Kolesterol Agar Terhindari Dari Risiko Stroke

Artikel Umum, Artikel
Stroke yang disebabkan tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak menjadi penyakit mematikan yang mengintai masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan stroke menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur, yakni sebesar 21,1 persen. Pada umumnya, faktor penyebab stroke seperti usia dan genetik tidak bisa dihindari. Namun ada faktor risiko yang bisa dikendalikan karena berkaitan dengan gaya hidup. Salah satunya adalah kolesterol. Kolesterol yang tinggi akan membentuk plak di dalam pembuluh darah dan arteri. Plak tersebut bisa mempersempit pembuluh darah sehingga darah yang lewat akan makin sedikit. Bahkan bisa menyumbat sampai darah tak bisa mengalir. Maka waspadai kadar kolesterol dan rutin mengeceknya. Medical Advisor Kalbe Nutritionals, dr. Ervina Hasti W, mengungkapkan salah satu faktor penyebab…
Read More