Mengenal Dysania Istilah Susah Bangun dari Tempat Tidur

Mengenal Dysania Istilah Susah Bangun dari Tempat Tidur

Artikel Umum, Artikel
Apakah Anda pernah mengalami bangun tidur di pagi hari terasa sangat berat? Bukan karena letih atau malas, tetapi suasana hati sedang tidak mau dipaksa beranjak dari tempat tidur. Theriseandshine menyebut dysania, atau disebut juga clinomania, sebagai istilah untuk menggambarkan kondisi tersebut. Tidak dikenal secara resmi, tetapi banyak orang mengaku mengalaminya khususnya di pagi hari. Susah bangun pada kondisi ini berbeda dengan susah bangun karena lelah. Menurut orang-orang yang mengalaminya, susah bangun karena dysania bisa disertai dengan kegelisahan. Sedangkan menurut Mayo Clinic, terlalu banyak tidur dan selalu mengantuk sepanjang hari merupakan salah satu gejala depresi  atipikal atau atypical depression. Berbeda dengan depresi mayor, suasana hati pada depresi atipikal bisa membaik pada situasi yang positif. Gejala lain yang muncul pada depresi atipikal adalah peningkatan nafsu makan, disertai…
Read More
Atur Kadar Kolesterol Agar Terhindari Dari Risiko Stroke

Atur Kadar Kolesterol Agar Terhindari Dari Risiko Stroke

Artikel Umum, Artikel
Stroke yang disebabkan tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak menjadi penyakit mematikan yang mengintai masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan stroke menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur, yakni sebesar 21,1 persen. Pada umumnya, faktor penyebab stroke seperti usia dan genetik tidak bisa dihindari. Namun ada faktor risiko yang bisa dikendalikan karena berkaitan dengan gaya hidup. Salah satunya adalah kolesterol. Kolesterol yang tinggi akan membentuk plak di dalam pembuluh darah dan arteri. Plak tersebut bisa mempersempit pembuluh darah sehingga darah yang lewat akan makin sedikit. Bahkan bisa menyumbat sampai darah tak bisa mengalir. Maka waspadai kadar kolesterol dan rutin mengeceknya. Medical Advisor Kalbe Nutritionals, dr. Ervina Hasti W, mengungkapkan salah satu faktor penyebab…
Read More
Hindari Risiko Diabetes Lewat 5 Cara Berikut

Hindari Risiko Diabetes Lewat 5 Cara Berikut

Artikel Umum, Artikel
Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2017 mengungkapkan jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10,3 juta jiwa. Sementara jumlah penduduk yang berisiko tinggi terkena diabetes diperkirakan mencapai hampir 28 juta. Hal ini membuat Indonesia berada di peringkat ke-6 negara dengan penderita diabetes terbanyak sedunia. Namun perlu diketahui, diabetes tipe 2 sebenarnya bisa dicegah. Dengan catatan, pencegahan tersebut dilakukan sejak dini. Dilansir dari American Diabetes Association, ada 5 cara yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes tipe 2. Pertama, menjaga berat badan tetap dalam rentang yang sehat. Faktanya, obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2. Seseorang dianjurkan menurunkan berat badan minimal 5% secara konsisten hingga mencapai rentang berat badan ideal (IMT 18,9 - 22,9). Caranya dengan membatasi asupan makan, memilih makanan bergizi,…
Read More
Ini Fakta Penting Kanker Usus

Ini Fakta Penting Kanker Usus

Artikel, Artikel Umum
Kanker usus sendiri sebetulnya bukan penyakit asing yang banyak ditemukan di masyarakat berusia lebih dari 50 tahun. “Saat ini, kanker usus merupakan penyebab kematian utama pada wanita dan pria di seluruh dunia. Penyakit ini sebetulnya bisa dicegah dan diobati,” kata dokter ahli pencernaan Ari Fahrial Syam dari RS Cipto Mangunkusumo. Ari mengatakan, prognosis kanker usus makin baik bila semakin cepat ditemukan pada pasien. Kanker yang ditemukan pada stadium awal lebih mudah disembuhkan karena belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Peluang hidup hingga lima tahun pada pasien kanker stadium satu mencapai 92 persen, sedangkan pada stadium empat atau lanjut angkanya turun menjadi 12 persen. Kasus kanker usus memang lebih sering ditemukan pada lansia, namun penyakit ini sebetulnya bisa diidap masyarakat yang berusia lebih muda. Hal…
Read More
Benarkah Diabetes Tidak Bisa Sembuh

Benarkah Diabetes Tidak Bisa Sembuh

Artikel Umum, Artikel
Selama ini, diabetes dikenal sebagai penyakit berbiaya mahal. Ini lantaran banyaknya komplikasi, hingga harus menghindari makanan dan minuman manis. Berat, bukan? Belum lagi diabetes sering disebut penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Apakah pernyataan tersebut benar? Hingga saat ini, ahli kesehatan mengatakan bahwa diabetes tidak dapat disembuhkan. Bahkan diabetes masuk dalam golongan penyakit kronis (jangka panjang). Jika dibiarkan, diabetes akan menjelma menjadi komplikasi-komplikasi yang membahayakan nyawa. Seseorang bisa saja diamputasi, mengalami kebutaan, hingga gagal ginjal. Namun penelitian University of North Carolina School of Medicine mengungkapkan bahwa diabetes, terutama diabetes tipe 2, masih bisa dijinakkan. Maka kemunculan komplikasi bisa ditunda selama mungkin. Untuk membantu menghindari komplikasi dari diabetes tipe 2, diabetesi dianjurkan untuk menurunkan berat badan. Terutama jika masih tergolong kelebihan berat badan. Perlu diketahui, penurunan…
Read More
Ini 7 Cek Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Usia 70 Tahun

Ini 7 Cek Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Usia 70 Tahun

Artikel Umum, Artikel
Ada baiknya Anda rajin melakukan cek kesehatan sebelum usia 70 tahun. Berikut beberapa hal yang harus Anda periksa: Cek tekanan darah Semua orang tampaknya wajib melakukan cek tekanan darah secara rutin, terutama lansia. Ini bisa mendeteksi adanya tekanan darah tinggi yang bisa berdampak pada beberapa penyakit berbahaya lainnya, seperti penyakit jantung. Periksa berat badan Bukan hanya bayi dan anak-anak, lansia juga harus memeriksa berat badannya secara teratur. Penambahan berat badan pada lansia harus diwaspadai, biasanya bukan massa otot yang bertambah, melainkan lemak tubuh. Apalagi jika tidak disertai olahraga dan metabolisme pun melambat. Ini bisa memengaruhi kesehatan organ tubuh lainnya. Tes mamografi Tes mammografi ditujukan untuk memeriksa payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi adanya tumor atau kanker payudara. Apalagi, penyakit kanker payudara lebih…
Read More
Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal

Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal

Artikel Umum, Artikel
Bicara soal diabetes, pasti selalu berhubungan dengan gula darah. Biasanya seseorang bisa dikatakan terkena diabetes jika kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal. American Diabetes Association dalam jurnalnya mengungkapkan ada satu fase antara yang disebut prediabetes, ketika kadar gula darah orang tersebut lebih tinggi dari batas normal namun belum cukup untuk disebut diabetes. Pada fase ini, orang tersebut berisiko jauh lebih tinggi terkena diabetes di kemudian hari. Namun, orang dengan kadar gula darah di fase prediabetes juga memiliki peluang untuk mengembalikan kondisi tubuhnya hingga kembali normal. Maka kondisi prediabetes sangat mungkin untuk disembuhkan. Pada dasarnya, spektrum glukosa darah pada seseorang dapat digolongkan menjadi empat macam, tergantung dari tes yang dilakukan. Dalam tes gula darah sewaktu bisa dikatakan normal ketika kadar…
Read More
Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai

Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai

Artikel Umum, Artikel
Di zaman sekarang, mudah sekali menemukan serangan stroke di keseharian. Meski demikian, tidak semua orang punya pemahaman yang tepat tentang penyakit ini. Akibatnya, banyak bermunculan mitos stroke yang menyesatkan. Bahkan bisa membuat pasien terlambat mendapat pertolongan medis. Salah satunya adalah menusukkan jarum ke bagian tubuh tertentu hingga berdarah. Dokter mengatakan, mengeluarkan darah sama sekali tidak mengatasi stroke, karena stroke sendiri penyebabnya macam-macam. Berikut rangkuman beberapa mitos stroke yang masih banyak beredar. Mitos:Menusukkan jarum hingga berdarah bisa mengobati stroke Fakta: Menusukkan jarum di jari atau telinga hingga berdarah disebut bisa menurunkan tekanan darah, sehingga gejala stroke berkurang. Dokter sangat tidak menyarankan cara ini, karena biasanya hanya akan membuat pertolongan medis tertunda. Makin lama tertunda, peluang untuk pulih seperti semula akan…
Read More
90 Persen Penyebab Kanker Payudara Karena Gaya Hidup

90 Persen Penyebab Kanker Payudara Karena Gaya Hidup

Artikel Umum, Artikel
Bagi wanita masa kini, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya penyakit ini? Menurut Dokter ahli bedah kanker payudara, dr Rachmawati, SpB(K)Onk., kanker payudara 90 persen disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. “Kita lihat secara global, apa sih penyebab? 90 persen itu gaya hidup dan 10 persen faktor genetik,” jelasnya. “Tapi yang ada riwayat keturunan atau genetik, dia memiliki risiko besar terkena kanker payudara,” tambah Rachma. Faktor gaya hidup yang dimaksud dr Rachma adalah merokok  dan makan dengan porsi yang berlebihan hingga mengakibatkan obesitas. Inilah yang tidak disarankan, mengingat obesitas juga bisa memicu berbagai penyakit. “Kalau nggak ada riwayat keluarga ya berarti dari gaya hidup dia yang memang tidak sehat,” tutupnya. (RN)
Read More
Memperkenalkan Terapi Ablasi Bagi Penderita Kanker Tiroid

Memperkenalkan Terapi Ablasi Bagi Penderita Kanker Tiroid

Artikel Umum, Artikel
Prosedur terapi ablasi kerap disarankan kepada beberapa pasien pascaoperasi pengangkatan kanker tiroid. Terapi ini memberikan radioaktif sehingga membuat sel kanker pada kelenjar tiroid menjadi, bahkan hilang secara total. Meski di Indonesia masih awam, terapi ini sudah digunakan secara luas di banyak negara untuk beberapa jenis kanker seperti kanker prostat dan kanker colon atau usus besar. Menurut Kepala Departemen Kedokteran Nuklir MRCC Siloam Semanggi Dr Hapsari Indrawati SpKN., banyak pasien yang khawatir dengan terapi ini bisa menyebabkan kemandulan dan sebagainya, padahal hal itu tidak terbukti. “Tindakan ablasi dilakukan dengan cara memberikan radioaktif iodine (RAI), zat radioaktif yang hanya spesifik terhadap kelenjar tiroid saja, jadi tidak membahayakan organ lainnya,” ujar Hapsari. Tindakan lanjutan ablasi, lanjutnya, bertujuan agar tidak ada sisa-sisa jaringan dari sel kanker yang berpotensi…
Read More